Tak Mampu Bayar THR, Menaker Minta Pengusaha Berdialog dengan Pegawai

Selasa 12 Mei 2020, 07:00 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengimbau perusahaan yang tidak mampu membayar tunjangan hari raya (THR) pada waktu yang ditentukan sesuai ketentuan agar menjalin dialog dengan para pekerjanya untuk mencapai solusi.

"Proses dialog tersebut dilakukan secara kekeluargaan, dilandasi dengan laporan keuangan internal perusahaan yang transparan, dan itikad baik untuk mencapai kesepakatan," kata Ida, dilansir dari keterangan tertulis di laman resmi kementerian, kemnaker.go.id, Senin, 11 Mei 2020.

Melansir dari tempo.co, menurut dia, dialog tersebut dapat menyepakati beberapa hal, antara lain perusahaan yang tidak mampu membayar THR secara penuh pada waktu yang ditentukan peraturan perundang-undangan, maka pembayaran THR dapat dilakukan secara bertahap.

Selain itu, dialog juga bisa menyepakati bahwa perusahaan tidak mampu membayar THR sama sekali pada waktu yang ditentukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan maka pembayaran THR dapat dilakukan penundaan sampai dengan jangka waktu tertentu yang disepakati. Kesepakatan tersebut juga bisa terkait waktu dan cara pengenaan denda keterlambatan pembayaran THR keagamaan.

Sebelumnya, Ida mengingatkan pengusaha untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan tepat waktu. "THR Keagamaan merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh, paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan," kata dia.

THR Keagamaan, ujar Ida, diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh Di Perusahaan. Permenaker ini merupakan aturan turunan dari Peraturan Pemerintah RI Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

"Pengusaha yang terlambat membayar THR Keagamaan kepada pekerja/buruh dikenai denda, sedangkan pengusaha yang tidak membayar THR dapat dikenai sanksi administratif hingga penghentian sebagian usaha," tuturnya.

Sebelumnya, Kemnaker juga telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor: M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Melalui surat tersebut, para gubernur seluruh Indonesia diminta untuk memastikan perusahaan membayar THR Keagamaan kepada pekerja/buruh sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Semangat surat edaran ini memang mendorong dialog untuk mencapai kesepakatan antara pengusaha dan pekerja, bila ada pengusaha yang tak mampu membayar THR, tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR Keagamaan," ujar ida.

Pengusaha yang terlambat membayar THR Keagamaan kepada pekerja atau buruh dikenai denda sebesar 5 persen. Denda ini dikelola dan dipergunakan untuk kesejahteraan pekerja atau buruh, serta tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk tetap membayar THR Keagamaan kepada pekerja/buruh.

 

Sumber : tempo.co

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkini
Entertainment21 Februari 2024, 09:15 WIB

Jual 2 Mobil Cuma Dapat 10 Suara, Dede Sunandar Beda Nasib dengan Komeng

Dede Sunandar gagal nyaleg, hanya dapat 10 suara dari hasil jual 2 mobil.
Dede Sunandar gagal nyaleg, hanya dapat 10 suara dari hasil jual 2 mobil. (Sumber : Instagram/@dede_sunandar).
Sehat21 Februari 2024, 09:00 WIB

8 Makanan Terbaik untuk Mengurangi Risiko Terkena Alzheimer dan Demensia

Menurut beberapa penelitian, sejumlah makanan dipercaya mampu mengurangi seseorang terkena risiko penyakit Alzheimer dan Demensia.
Ilustrasi Berry - Menurut beberapa penelitian, sejumlah makanan dipercaya mampu mengurangi seseorang terkena risiko penyakit Alzheimer dan Demensia. (Sumber : pexels.com /@Josh Sorenson).
Life21 Februari 2024, 08:00 WIB

Sering Gunakan Emoji? Kepribadian Seseorang Dilihat dari Caranya Mengetik Pesan

Berikut ini kepribadian seseorang dilihat dari cara mereka mengetik pesan singkat
Ilustrasi - Sering Gunakan Emoji? Kepribadian Seseorang Dilihat dari Caranya Mengetik Pesan (Sumber : Freepik/tirachardz)
Produk21 Februari 2024, 07:25 WIB

Jelang Ramadan, Harga Cabai di Pasar Parungkuda Sukabumi Tembus Rp90 Ribu Per Kg

Pedagang ungkap penyebab semakin pedasnya harga cabai di Pasar Parungkuda Sukabumi jelang bulan Ramadan 2024.
Harga cabai mahal di Pasar Parungkuda Sukabumi jelang bulan Ramadan 2024. Pedagang ungkap penyebabnya. (Sumber : SU/Ibnu)
Life21 Februari 2024, 07:00 WIB

Harganya Seringkali Mahal, Simak 10 Cara Menanam Cabai Rawit di Polybag

Berikut ini cara menanam cabai rawit di polybag agar berhasil panen dengan memuaskan
Berikut ini cara menanam cabai rawit di polybag agar berhasil panen dengan memuaskan (Sumber : Freepik/Racool_studio)
Food & Travel21 Februari 2024, 06:00 WIB

Resep Roti Telur Lipat Korea, Inspirasi Sarapan Enak untuk Anak-anak

Roti Telur Lipat Korea adalah pilihan sarapan yang mudah, bergizi, dan lezat untuk anak-anak.
Roti Telur Lipat Korea adalah pilihan sarapan yang mudah, bergizi, dan lezat untuk anak-anak. (Sumber : YouTube/@Devina Hermawan).
Science21 Februari 2024, 05:30 WIB

Prakiraan Cuaca Jabar 21 Februari 2024, Cek Daerah Mana Saja yang Hujan!

Prakiraan cuaca wilayah Jawa Barat 21 Februari 2024 dimana cuaca berawan berpotensi terjadi di berbagai wilayah termasuk Sukabumi dan sekitarnya
Ilustrasi. Prakiraan cuaca wilayah Jawa Barat 21 Februari 2024 dimana cuaca berawan berpotensi terjadi di berbagai wilayah termasuk Sukabumi dan sekitarnya | Foto: Pixabay
Life21 Februari 2024, 05:00 WIB

Doa Malam Nisfu Sya’ban dari Nabi Yunus AS, Amalkan Sebanyak 3 Kali

Doa Nabi Yunus di malam Nisfu Sya'ban ini dianjurkan diamalkan.
Ilustrasi - Doa Nabi Yunus di malam Nisfu Sya'ban ini dianjurkan diamalkan. | (Sumber : Pixabay.com)
Nasional20 Februari 2024, 22:52 WIB

KPU Sebut Ada Kesalahan Data Pileg di 4.167 TPS dan Pilpres di 1.223 TPS

KPU mengungkapkan adanya kesalahan data pemilihan legislatif atau pileg di 4.167 Tempat Pemungutan Suara atau TPS di Indonesia.
Konferensi pers KPU soal perkembangan Pemilu 2024. (Sumber : KPU RI)
Nasional20 Februari 2024, 22:30 WIB

Perpres Publisher Rights Resmi Disahkan Presiden Jokowi, Ini Harapan AMSI

AMSI mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengesahkan Perpres Publisher Rights.
Pengesahan Perpres Publisher Rights diumumkan oleh Presiden Jokowi dihadapan para pimpinan perusahaan media dan organisasi jurnalis pada puncak peringatan Hari Pers Nasional di Ancol, Jakarta. (Sumber : Istimewa)