Cabut Ketentuan Cadar, UIN Sunan Kalijaga: Agar Air Tak Keruh

Cabut Ketentuan Cadar, UIN Sunan Kalijaga: Agar Air Tak Keruh

SUKABUMIUPDATE.com - Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, membenarkan kabar pencabutan surat pendataan mahasiswi bercadar yang belakangan menuai polemik. “Ketentuan soal pendataan mahasiswi bercadar itu dicabut karena (polemik) yang berkembang di masyarakat tidak kondusif,” kata Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga Waryono di ruang kerjanya, Senin, 12 Maret 2018.

Surat tanggal 10 Maret 2018 terbit untuk membatalkan surat resmi tentang pendataan mahasiswi yang bercadar yang dikeluarkan pada 28 Februari 2018. Menurut Waryono, ketentuan pendataan mahasiswa bercadar justru tak sesuai dengan yang diharapkan pihak kampus, yakni mendidik mahasiswa ke arah lebih baik dan terhindar dari paham atau bibit radikalisme.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yudian Wahyudi sebelumnya menyatakan kampus akan mengeluarkan mahasiswi yang nekat menggunakan cadar jika sudah tujuh kali diperingatkan dan dibina. “Ada 41 mahasiswi yang kami data, mereka yang mengenakan cadar dari berbagai fakultas di kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta," kata dia, di Yogyakarta, Senin, 5 Maret 2018.

Kampus mengkaji ulang ketentuan pendataan itu dan menyiapkan strategi yang lebih lunak dan terstruktur untuk pembinaan mahasiswa ke depan. Rektorat berpegang pada falsafah Jawa, dapat ikan tanpa harus memperkeruh airnya. “Lha ini sudah ikannya enggak dapat airnya butek pula.”

Waryono membantah jika pencabutan ketentuan pendataan mahasiswi bercadar itu karena tekanan atau intervensi berbagai pihak maupun instruksi pemerintah, mengingat UIN Sunan Kalijaga merupakan institusi pendidikan negeri. “Aturan berpakaian ini dipahami sebagai otonomi kampus, tidak boleh siapa pun intervensi, pemerintah tidak ikut campur,” ujarnya.

Beberapa saat setelah ketentuan soal cadar menjadi polemik, kampus itu sempat didatangi organisasi kemasyarakatan Forum Umat Islam (FUI) Yogya. Namun Waryono menuturkan, FUI saat itu datang baik-baik dan hanya menanyakan kejelasan ketentuan itu.

Sumber: Tempo

Topik Terkait
Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB