Uu Ruzahul Ulum: Berita Hoax Itu Haram

Sukabumiupdate.com
Sabtu 28 Jan 2017, 07:39 WIB
Uu Ruzahul Ulum: Berita Hoax Itu Haram

SUKABUMIUPDATE.com - Penyebaran berita hoax (palsu) sampai saat ini sudah pada tingkat mengkhawatirkan, terutama berita-berita hoax yang muncul di internet, baik melalui situs-situs berita ataupun blog dan sosial media.

Keberadaan media sosial (medsos) sendiri menjadi penunjang bagi cepatnya pemberitaan hoax akibat beberapa pemilik akun medsos tidak tabayyun dengan lansung melakukan share ulang postingan berita hoax tersebut.

Menanggapi maraknya pemberitaan hoax, Uu Ruzhanul Ulum mengingatkan kepada pengguna sosial media dan online agar tidak turut serta menyebarkan berita bohong.

“Karena bohong itu haram. Dan saya mengatakan kepada para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, sukarelawan, dan lainnya, agar menggunakan medsos untuk hal-hal yang memberi manfaat dan kemaslahatan bagi umat," Bupati Tasikmalaya itu bertutur kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (28/1).

BACA JUGA:

Di Sukabumi, Uu Ruzhanul Ulum Deklarasi Maju Pilgub Jawa Barat

Uu Ruzhanul Ulum Lantik Pengurus Hamida dan IMG Sukabumi

Uu Ruzhanul Ulum Segera Membangun Jembatan Betmen

Uu juga menambahkan, agar medsos jangan malah menjadi mudharat, apalagi medsos digunakaan untuk menyebarkan berita hoax yang berakibat menimbulkan kerugian bagi. orang lain. Bahkan dalam ranah politik, jangan sampai dollun mudillun dia sendiri sudah sengsara, tapi malah menyengsarakan orang lain.

Uu mengaku sudah berkomunikasi dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Tasikmalaya dalam memerangi pemberitaan hoax tersebut, meskipun di kabupaten yang dipimpinnya belum rawan pemberitaan hoax termasuk isu SARA yang rentan memicu konflik.

“Alhamdulillah, di Tasikmalaya sendiri masih kondusif, tapi jika melihat skala nasional hoax itu sudah sangat mengkhawatirkan,” jelas Uu yang siap sudah mendeklarasikan dirinya sebagai bakal kandidat Gubernur Jawa Barat pada 2018 mendatang itu.

Lebih jauh, bupati yang berlatarbelakang santri ini menyarankan cara menangkal berita hoax. Pertama, bersikap kritis terhadap sebuah berita atau kabar, serta gunakan logika dan ilmu pengetahuan. Penyebaran foto-foto sadistis misalnya, lihat dulu apakah ada yang janggal dengan foto-foto tersebut, jangan-jangan cuma akal-akalan pemilik situs untuk menaikan kunjungan ke website atau like dan komentar yang banyak.

Kedua, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan, misalnya karena tidak satu pandangan politik, berita dari yang lainnya apa-apa dibilang hoax.

“Bagaimana tindak lanjut penanganan berita hoax ini di daerah, nanti bisa dirumuskan bersama dengan dinas terkait, atas arahan Kementerian Kominfo. Tetapi intinya, untuk menanggapi berita hoax harus difilter dengan keimanan dan ketaqwaan,” pungkas Uu.

Berita Terkini