Pembangunan Tol Jagoratu Didukung DPR, Potensi Palabuhanratu Diyakini Bisa Menyaingi Bali

Sukabumiupdate.com
Jumat 14 Agu 2026, 11:22 WIB
Pembangunan Tol Jagoratu Didukung DPR, Potensi Palabuhanratu Diyakini Bisa Menyaingi Bali

Ilustrasi AI. Tol menuju Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi: Tol Jagoratu (Sumber Foto: copilot)

SUKABUMIUPDATE.com - Dukungan terhadap pembangunan Jalan Tol Jakarta–Bogor–Palabuhanratu (Jagoratu) kembali menguat. Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Mulyadi, mendorong agar ruas Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) diperpanjang hingga Palabuhanratu sebagai upaya membuka akses kawasan wisata unggulan di pesisir selatan Jawa Barat.

Menurut Mulyadi, keberadaan jalan tol hingga Palabuhanratu akan menjadi kunci percepatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, serta pengembangan sektor pariwisata yang selama ini dinilai belum tergarap optimal.

Hal itu disampaikan Mulyadi saat bertemu dengan jajaran Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi di kediamannya di Jonggol, Kabupaten Bogor, Kamis (13/8/2026).

Politikus yang pernah bertugas di Komisi V DPR RI tersebut meyakini Palabuhanratu memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan nasional bahkan mampu bersaing dengan Bali apabila didukung infrastruktur yang memadai dan kebijakan pembangunan yang tepat.

"Saya sendiri sudah berkoordinasi dengan teman-teman DPR RI Dapil Sukabumi, mohon izin untuk ikut mengawal, karena Palabuhanratu itu adalah anugerah Allah untuk Indonesia. Kemarin saya berkesempatan untuk meninjau jalur pantai selatan, beristirahat di Palabuhanratu, dan saya lihat potensi Palabuhanratu belum maksimal digali, baik dalam konteks wisata maupun perikanan dan seterusnya, sebagai kearipan lokal dan potensi daerah yang harus dikembangkan," kata Mulyadi dikutip dari akun medsos Dispar Kabupaten Sukabumi, Jumat  (14/8/2026).

Mulyadi mengungkapkan usulan perpanjangan Tol Bocimi hingga Palabuhanratu telah disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hingga Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Perkasa Roeslani.

Ia menilai Sukabumi memiliki peluang besar untuk tumbuh menjadi kawasan wisata kelas dunia apabila pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan investor mampu bersinergi membangun kawasan secara terencana.

"Bahwa ke depan Sukabumi harus lebih hebat dari Kuta Bali, karena Bali hari ini pun dijadikan pusat finansial Internasional Indonesia. Jadi kalau misalnya ditata dengan sentuhan kebijakan dan anggaran dari pusat, bersinergi dengan investor, sehingga ramah investasi, saya kira Sukabumi itu seperti raksaksa yang sedang tidur. Insya Allah mohon do'anya dari masyarakat kabupaten Sukabumi, khususnya umumnya dari warga Jawa Barat dan Indonesia, supaya Sukabumi ke depan menjadi Sukabumi kebanggaan Jawa Barat yang mendunia, Insya Allah," pungkas legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat V (Kabupaten Bogor) tersebut.

Dukungan tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar bersama jajarannya bertemu langsung dengan Mulyadi guna membahas penguatan konektivitas dan infrastruktur menuju Palabuhanratu.

Dalam pertemuan itu, berbagai potensi dan kebutuhan strategis Kabupaten Sukabumi dibahas, mulai dari pengembangan sektor pariwisata, pertanian, hingga pembangunan infrastruktur yang dinilai menjadi kunci percepatan pertumbuhan wilayah selatan.

Ali Iskandar mengatakan, pihaknya sengaja menjalin komunikasi dengan Mulyadi karena melihat komitmen legislator tersebut dalam mendorong pengembangan kawasan Palabuhanratu.

"Walaupun dapilnya bukan dapil Sukabumi, tapi kecenderungan untuk menebarkan kebaikannya tidak pandang bulu. Saya bertemu dengan Pak Mulyadi yang sebelumnya pernah datang ke Palabuhanratu dan melihat langsung berbagai potensi yang ada. Kami juga menyampaikan berbagai usulan yang sebelumnya telah disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat dan Kementerian Pariwisata agar sektor pariwisata dan pertanian di Sukabumi bisa berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujar Ali.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sukabumi sendiri berharap ada investor yang turun tangan untuk membangun tol sepanjang kurang lebih 34 kilometer tersebut. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman usai mengikuti upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Alun-alun Palabuhanratu, pada Rabu (20/5/2026).

Menurut Ade, dengan adanya keberadaan tol hingga Palabuhanratu diyakini akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan investasi di Sukabumi bagian selatan. Pemerintah pusat, lanjutnya, saat ini fokus pada penyelesaian tol bocimi, menuju Cianjur hingga ke Bandung Barat dan Bandung.

"Konsep dari pusat itu menyelesaikan dulu sampai Sukabumi sesi 3. Setelah sesi 3, menyelesaikan sesi 4. Itu kemungkinan besar ada yang ke Bandung," ujar Ade Suryaman.

Untuk tol Jagoratu, pembangunan nya bisa dimulai dengan dukungan investor. Menurut Ade untuk jalur menuju Palabuhanratu, Pemkab Sukabumi berharap ada dukungan dari investor atau pengembang swasta yang tertarik melihat besarnya potensi wilayah Kabupaten Sukabumi selatan.

Menurut Ade, akses tol menuju kawasan wisata dan pesisir selatan akan membuka peluang besar bagi sektor pariwisata, perdagangan, hingga pengembangan kawasan ekonomi baru. "Yang untuk Palabuhanratu, kita mengharapkan dengan adanya jalan tol ke Palabuhanratu pasti akan ramai. Siapa tahu ada pengembang dari swasta, karena potensi Kabupaten Sukabumi wilayah selatan itu bagus dan bisa dibangun," pungkasnya.

Berdasarkan catatan sukabumiupdate.com, rencana jalan tol menuju Palabuhanratu sebenarnya telah bergulir sejak era Presiden Joko Widodo pada 2022.

Saat itu proyek tersebut dikenal dengan nama Jalan Tol Cibadak–Palabuhanratu (Cibaratu) dan masuk dalam agenda pengembangan kawasan Jawa Barat Selatan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021.

Berdasarkan peta sosialisasi awal yang dirilis Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR pada Agustus 2022, ruas tol tersebut direncanakan memiliki panjang sekitar 34 kilometer dan tersambung dari jalur Tol Bocimi di Cibadak hingga Palabuhanratu.

Jalur yang kini lebih populer disebut Jagoratu itu direncanakan melintasi 19 desa di lima kecamatan, yakni Nagrak, Cibadak, Warungkiara, Bantargadung, dan Palabuhanratu.

Secara teknis, proyek tersebut akan dilengkapi Simpang Susun Warungkiara, Simpang Susun Bantargadung, serta junction dan gerbang tol utama di Palabuhanratu.

Namun hingga kini, proyek yang diyakini dapat mengubah wajah Sukabumi Selatan tersebut masih menunggu kepastian dan tindak lanjut dari pemerintah pusat.

Berita Terkini