Hotman Paris Pertanyakan 2 DPO Kasus Vina Cirebon Ditetapkan Fiktif oleh Polisi

Rabu 29 Mei 2024, 22:41 WIB
Pengacara keluarga Vina Cirebon, Hotman Paris Hutapea. (Sumber Foto: IG Hotman Paris)

Pengacara keluarga Vina Cirebon, Hotman Paris Hutapea. (Sumber Foto: IG Hotman Paris)

SUKABUMIUPDATE.com - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mempertanyakan dua tersangka pembunuhan Vina Dewi dan Eky di Cirebon yang sempat masuk daftar pencarian orang (DPO), namun belakangan dinyatakan fiktif oleh Polda Jawa Barat (Jabar).

Dalam kasus pembunuhan yang diangkat menjadi Film Vina Sebelum 7 Hari itu, polisi sempat menetapkan ada 3 pelaku DPO. Setelah 8 tahun kemudian, Polda Jabar menyebut hanya ada satu tersangka yang buron, yaitu Pegi Setiawan, sedangkan 2 DPO lain fiktif.

Padahal dalam bukti acara pemeriksaan (BAP) 6 saksi lain dalam dua pekan terakhir menurut Hotman, diuraikan secara jelas peran tiga pelaku DPO tersebut.

"Bahkan jenis motornya pun ada, cara memerkosanya, cara memukulnya ada. Di sini diuraikan," kata Hotman, mengangkat tumpukan kertas BAP kepada wartawan di Mal Kelapa Gading, Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara, Rabu (29/5/2024).

Selain itu, bukti ada tiga orang pelaku DPO lain, telah dikuatkan dalam surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), surat dakwaan Jaksa, serta fakta persidangan. "Bahkan dalam putusan hakim-- di amar putusan, menyebutkan bahwa ada 3 pelaku DPO," tutur Hotman.

Baca Juga: Polisi Ralat DPO Kasus Pembunuhan Vina Cirebon, Polda Jabar: Andi dan Dani Tidak Ada

Sehingga Hotman meragukan klaim Polda Jawa Barat bahwa dua pelaku kasus pembunuhan Vina Cirebon yang belum tertangkap adalah fiktif.

Dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, lanjut Hotman, ada 11 orang yang diduga terlibat. Delapan telah tertangkap dan dijebloskan ke penjara, dan 3 masih dalam pencarian.

Hotman menjelaskan perihal ada 11 pelaku pembunuhan dan pemerkosaan Vina Cirebon merupakan putusan yang telah inkrah, atau berkekuatan hukum tetap. Perbuatan pidana itu sudah terbukti di persidangan.

"Ini perbuatan pidana yang dilakukan oleh 8 orang terpidana bersama-sama dengan 3 pelaku DPO. Itulah hasil putusan perkara pidana yang sudah final," ujar Hotman dalam konferensi pers itu.

Menurut dia, kasus ini kembali ditangani kepolisian setelah viral di media sosial. Polda Jawa Barat pun kembali melakukan penyidikan. "Kok bisa begitu cepat mengatakan dua pelaku DPO ini adalah fiktif," tutur dia.

Hotman mengatakan, kesimpulan Polda Jabar yang menyebutkan hanya ada 1 pelaku, yaitu Pegi Setiawan, sedangkan 2 orang DPO lain adalah fiktif, membuat keluarga Vina merasa keberatan. "Kalau dibilang belum tertangkap, masih bisa diterima akal sehat. Karena memang sudah delapan tahun," ujar Hotman.

Dia juga menyoroti penetapan tersangka terhadap Pegi Setiawan alias Perong. Menurut dia, Pegi tak boleh ditetapkan sebagai tersangka jika masih ada keragu-raguan.

Menurutnya dalam kasus pidana tak boleh ada sikap ragu-ragu. Semua keputusan harus berdasarkan alat bukti yang lengkap. "Kalau masih ada keragu-raguan, ya jangan dulu memvonis, menyatakan sebagai tersangka," tutur Hotman.

Hotman mempertanyakan bagaimana polisi menyimpulkan dua pelaku DPO fiktif dalam waktu dua pekan, yang mengubah putusan pengadilan bahwa ada tiga pelaku DPO.

"Kok tiba-tiba hanya waktu dua minggu di sini (penyidikan) diulang, membalikkan putusan pengadilan yang sudah berbulan-bulan diputus hasil persidangan. Itu yang kita keberatan," ucap pengacara keluarga Vina itu.

Peristiwa kematian Vina Dewi, 16 tahun, asal Desa Samadikun, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat, terjadi pada 27 Agustus 2016. Vina dan kekasihnya Eky dibunuh oleh geng motor saat melintasi kawasan SMP Negeri 11 Kota Cirebon.

Setelah keduanya dibunuh, jasad Vina dan Eky dibuang di bawah jembatan layang. Setelah pembunuhan itu, Vina dan Eky dilaporkan menabrak tiang listrik dan trotoar di jembatan flyover yang berada di lajur arah Majasem, Kota Cirebon.

Dalam fakta di pengadilan terungkap bahwa ada 11 pelaku yang membunuh Vina dan Eky. Namun baru 8 orang yang proses hukum dan dimasukkan ke penjara, yaitu ER, HS, JY, ES, SP, SK, SD, dan RW.

SUMBER: TEMPO.CO

AYO! main games di Sukabumi Update Games
Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita Terkait
Berita Terkini
Produk24 Juli 2024, 21:19 WIB

Harga Cabai Rawit Merah di Sukabumi Tembus Rp80 Ribu per Kilogram

Harga cabai rawit merah di Pasar Parungkuda Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tembus Rp80 ribu per kilogram pada Rabu (24/7/2024).
Cabai rawit merah di Pasar Parungkuda Sukabumi. (Sumber : SU/Ibnu)
Sukabumi Memilih24 Juli 2024, 21:18 WIB

2 Artis Kirim Kode Maju Pilkada Sukabumi, Warganet Dukung Omesh Jadi Bupati, Bobby Wakil Walikota

Dua artis ternama asal Sukabumi, Ananda Rusdiana Omesh dan Bobby Maulana, menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet. Hal ini terjadi setelah keduanya mengirimkan kode-kode politik menjelang Pilkada Sukabumi 2024.
Ananda Rusdiana Omesh dan Bobby Maulana | Foto : Ist
Life24 Juli 2024, 21:00 WIB

Merasa Sering Dijauhi Orang Lain? Simak 10 Perilaku yang Mungkin Jadi Penyebabnya

Jika Anda merasa sering dijauhi orang lain, cobalah untuk introspeksi diri dan perhatikan apakah Anda memiliki salah satu dari 10 perilaku ini.
Ilustrasi - Ada beberapa perilaku tertentu yang membuat seseorang atau Anda dijauhi oleh orang lain. (Sumber : Pexels.com/@cottonbro studio).
Internasional24 Juli 2024, 20:37 WIB

Kecelakaan Pesawat Saurya Airlines di Nepal, Semua Penumpang Tewas Kecuali Pilot

Sebuah kecelakaan pesawat kembali terjadi, kali ini menimpa pesawat Bombardier CRJ200 milik Saurya Airlines di Ibu Kota Nepal
Kecelakaan pesawat di Nepal, Saurya Airlines | Foto : Ist
Nasional24 Juli 2024, 20:11 WIB

Kuasa Hukum Korban Kecewa Ronald Terdakwa Pembunuhan Wanita Sukabumi Divonis Bebas

Kuasa Hukum keluarga Dini Sera Afrianti menilai putusan Majelis Hakim PN Surabaya ini sangat menciderai keadilan bagi korban.
Gregorius Ronald Tannur anak anggota DPR RI tersangka penganiayaan berujung kematian wanita Sukabumi Dini Sera Afrianti. (Sumber : Istimewa/Instagram)
Bola24 Juli 2024, 20:00 WIB

Rumor Transfer Persib: Mailson Lima Dikabarkan Jadi Pemain Asing Terakhir yang Bakal Direkrut

Nama Mailson Lima memang mencuat sebagai kandidat pemain asing terakhir Persib untuk musim 2024/2025.
Nama Mailson Lima memang mencuat sebagai kandidat pemain asing terakhir Persib untuk musim 2024/2025. (Sumber : Instagram/@inst_scout).
Sukabumi24 Juli 2024, 19:34 WIB

Dukung Kenyamanan Mobilitas, Dinas PU Perbaiki Jalan Angkrong Parungkuda Sukabumi

Dinas Pekerjaan Umum (PU) terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur di beberapa wilayah Kabupaten Sukabumi. Diantaranya pengaspalan ruas Jalan Angkrong di Kecamatan Parungkuda
Dinas PU Kabupaten Sukabumi melakukan pengaspalan ruas jalan Angkrong, Kecamatan Parungkuda | Foto : Ibnu Sanubari
Sukabumi24 Juli 2024, 19:24 WIB

Inspektorat Desak RS Bunut Sukabumi Amankan Uang dari Eks Dirut yang Jadi Temuan BPK

Inspektorat Kota Sukabumi mendesak direksi RSUD R Syamsudin SH (Bunut) amankan uang dari eks dirut senilai hampir Rp1 Miliar yang jadi temuan BPK.
Kepala Inspektorat Kota Sukabumi, Een Rukmini saat diwawancara terkait temuan BPK atas keuangan RS Bunut. (Sumber : SU/Asep Awaludin)
Bola24 Juli 2024, 19:00 WIB

Link Live Streaming Persija Jakarta vs Arema FC Grup B Piala Presiden 2024

Bagi kamu yang ingin menyaksikan pertandingan Grupa B Piala Presiden 2024 antara Persija Jakarta vs Arema FC berikut kami sediakan layanan live streamingnya.
Bagi kamu yang ingin menyaksikan pertandingan Grupa B Piala Presiden 2024 antara Persija Jakarta vs Arema FC berikut kami sediakan layanan live streamingnya. (Sumber : X/@BaliUtd/Istimewa).
Nasional24 Juli 2024, 18:59 WIB

Vonis Bebas untuk Terdakwa Pembunuhan Dini, Wanita Sukabumi di Surabaya

Dini Sera Afriyanti tewas usai dugem bersama kekasihnya Gregorius Ronald Tannur di salah satu tempat hiburan malam yang ada di Jalan Mayjen Jonosewejo, Lakarsantri, Surabaya Rabu, 4 Oktober 2023 malam.
Gregorius Ronald Tannur menangis saat konfrensi pers pengungkapan kasus dugaan pembunuhan terhadap dini (Sumber: istimewa)