TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
bankbjb

Gunung Semeru Masih Semburkan Awan Panas dan 29 Kali Letusan

Status Gunung Semeru mengalami kenaikan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) sejak 4 Desember 2022 pukul 12.00 WIB.

Penulis
Senin 5 Des 2022, 09:34 WIB

Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru yang terjadi pada Minggu, 4 Desember 2022. | Foto: BPBD Kabupaten Lumajang via BNPB

SUKABUMIUPDATE.com - Gunung Semeru hingga Senin pagi (5/12/2022) masih mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG) dengan amplitudo 25 mm dan lama gempa 386 detik. Muntahan awan panas sudah terjadi sejak Minggu, 4 Desember 2022.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru Mukdas Sofian di Gunung Sawur mengatakan aktivitas Gunung Semeru pada periode pengamatan 5 Desember 2022 pukul 00.00-06.00 WIB mengalami satu kali awan panas guguran dengan amplitudo 25 mm dan lama gempa 386 detik.

"Hasil pengamatan kegempaan hari ini selama enam jam, Gunung Semeru juga mengalami 29 kali letusan atau erupsi dengan amplitudo 11-22 mm dan lama gempa 65-120 detik," kata Mukdas dalam keterangan tertulis yang dikutip dari tempo.co.

Baca Juga: Gunung Semeru Berstatus Awas, 1.979 Jiwa Mengungsi Akibat Awan Panas Guguran

Aktivitas Semeru juga terekam enam kali gempa guguran dengan amplitudo 1-8 mm dan lama gempa 50-140 detik, satu kali gempa vulkanik dalam, dan satu kali gempa tektonik jauh.

"Pengamatan visual, Gunung Semeru terlihat jelas, teramati asap kawah putih dengan intensitas tipis hingga sedang yang tingginya mencapai 500 meter dari puncak, kemudian angin lemah ke arah barat daya," katanya.

Status Gunung Semeru mengalami kenaikan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) sejak 4 Desember 2022 pukul 12.00 WIB, sehingga Pusat Vulkanolologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan beberapa rekomendasi agar masyarakat mematuhinya.

Baca Juga: Gunung Semeru Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh 7 Kilometer

Warga Diminta Menjauh dari Gunung Semeru

Mukdas menjelaskan masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).


Halaman :
Berita Terkait
BERITA TERPOPULER
Berita Terkini
x