SUKABUMIUPDATE.com – Kegiatan Pemilihan Putra dan Putri Nelayan Ujunggenteng 2026 sukses diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya pesisir sekaligus penguatan peran generasi muda dalam menjaga laut dan kearifan lokal. Puncak acara dilaksanakan pada Rabu (6/5/2026) mulai pukul 08.00 WIB dengan prosesi penganugerahan yang berlangsung meriah dan penuh khidmat di salah villa di kawasan Ujunggenteng.
Dalam ajang tersebut, gelar Putra Nelayan Ujunggenteng 2026 diraih oleh Repan Agwino (22 tahun) dari Kecamatan Surade. Sementara gelar Putri Nelayan Ujunggenteng 2026 diraih Risma Aulia (18 tahun), seorang anak nelayan warga Kampung Warung Waru, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap.
Keduanya diharapkan mampu menjadi duta pesisir yang menginspirasi generasi muda serta berperan aktif dalam mempromosikan potensi wisata, budaya, dan menjaga kelestarian laut di wilayah Ujunggenteng dan sekitarnya.
Rangkaian kegiatan sebelumnya diawali dengan observasi wilayah, di mana para peserta diajak mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat nelayan, potensi wisata, serta nilai-nilai budaya pesisir Ujunggenteng. Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter peserta yang tidak hanya berpenampilan baik, tetapi juga memiliki wawasan luas dan kepedulian terhadap lingkungan laut.
Baca Juga: Distanhorti Jabar dan BRIN Perkuat Inovasi Teknologi untuk Tingkatkan Mutu Benih Hortikultura
Selanjutnya, para peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber inspiratif, di antaranya Anggota DPRD Dadang Hermawan, Kepala Desa Ujunggenteng Sahid Siam, Hildawati dengan materi public speaking, Bunga Buon sebagai pegiat media sosial, serta Ridho Losa sebagai budayawan Pajampangan. Materi yang disampaikan mencakup penguatan karakter, kemampuan berbicara di depan umum, wawasan pariwisata, budaya lokal, hingga peran generasi muda dalam mempromosikan potensi pesisir.
Ketua Panitia Umum Syukuran Nelayan Ujunggenteng ke-60, Asep Jeka, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pelaku kreatif dalam mengembangkan potensi daerah berbasis budaya dan kearifan lokal.
“Putra dan Putri Nelayan bukan hanya ajang pemilihan, tetapi gerakan bersama untuk menjaga laut, merawat budaya, dan membangun masa depan pesisir yang berkelanjutan,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com.
Putri Nelayan terpilih, Risma Aulia mengucapkan rasa terima kasih kepada panitia, dewan juri, narasumber, serta seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Insya Allah saya akan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya dan mohon bimbingan ke depan,” ucapnya.
Sementara itu, Ridho Losa, sebagai narasumber di bidang budaya, menilai kegiatan Pemilihan Putri Nelayan Ujunggenteng memiliki nilai penting, tidak hanya sebagai ajang seleksi duta daerah, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya pesisir.
“Budaya nelayan bukan sekadar aktivitas melaut, tetapi merupakan warisan nilai yang mencakup cara hidup, bahasa, kesenian, hingga kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan alam. Di Ujunggenteng, nilai-nilai ini hidup dalam tradisi, kebersamaan, dan hubungan harmonis antara manusia dan laut,” jelasnya.
Baca Juga: Buaya Sepanjang Hampir 6 Meter Mangsa Anjing di Muara Cikaso Sukabumi, Bikin Geger Warga
Ia juga mengapresiasi rangkaian kegiatan seperti observasi wilayah dan pembekalan materi yang dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter peserta yang berwawasan luas dan berakar pada nilai lokal.
“Harapannya, para finalis, terutama yang terpilih dapat menjadi agen pelestari budaya, penggerak promosi wisata, serta inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai dan menjaga laut serta budaya pesisirnya. Budaya akan tetap hidup jika diwariskan, dan kegiatan seperti ini adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan identitas pesisir Ujunggenteng terus lestari di tengah perkembangan zaman,” tambahnya.
Adapun puncak rangkaian kegiatan Syukuran Nelayan Ujunggenteng ke-60 dijadwalkan berlangsung pada 14 Juni 2026 mendatang. Ajang ini diharapkan terus menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam menjaga identitas budaya pesisir sekaligus mendorong kemajuan daerah.





