Sering Overthinking dan Gelisah? Amalkan Doa Ini agar Hati dan Pikiran Lebih Tenang

Sukabumiupdate.com
Rabu 04 Mar 2026, 12:00 WIB
Sering Overthinking dan Gelisah? Amalkan Doa Ini agar Hati dan Pikiran Lebih Tenang

Ilustrasi Overthinking, Sering Overthinking dan Gelisah? Amalkan Doa Ini agar Hati dan Pikiran Lebih Tenang (Sumber : Freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Dalam kehidupan sehari-hari, rasa cemas, gelisah, hingga overthinking sering kali datang tanpa diundang. Pikiran terasa penuh, hati menjadi resah, bahkan sulit tidur karena memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi. Dalam ajaran Islam, salah satu cara terbaik untuk menenangkan hati adalah dengan memperbanyak doa dan mengingat Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Al-Qur'an, Surah Ar-Ra’d: 28)

Berikut beberapa doa yang dapat diamalkan saat hati gelisah, pikiran kalut, dan jiwa terasa tidak tenang.

Baca Juga: Doa Puasa Ramadan Hari ke-14, Memohon Pengampunan Dosa

1. Doa untuk Ketenangan Hati saat Galau dan Risau

 أعُوذُ بِكَلِماتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّياطِينِ وأنْ يَحْضُرُونِ‏

Latin: A‘ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min ghadhabihī, wa ‘iqābihī, wa syarri ‘ibādihī, wa min hamazātis syayāthīni wa an yahdhurūn.

Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, keburukan hamba-Nya, gangguan setan, dan setan yang hadir.”

Doa ini merupakan bentuk perlindungan diri kepada Allah dari segala gangguan lahir maupun batin, termasuk bisikan-bisikan yang membuat pikiran semakin tidak tenang.

2. Doa Ketenangan Hati Saat Dirundung Masalah

Doa ini diriwayatkan dalam hadis sahih dan dianjurkan dibaca ketika seseorang diliputi kesedihan dan kegundahan.

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَائُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ القُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِي وَنُوْرَ صَدْرِي وَجِلَاءَ غَمِّي وَذَهَابَ حُزْنِي وَهَمِّي   

Latin: Allāhumma innī ‘abduka, wabnu ‘abdika, wabnu amatika. Nāshiyatī bi yadika mādhin fiyya hukmuka, ‘adlun fiyya qadhā’uka. As’aluka bi kulli ismin huwa laka sammayta bihī nafsaka, wa anzaltahū fī kitābika, aw ‘allamtahū ahadan min khalqika, awista’tsarta bihī fī ilmil ghaybi ‘indaka, an taj’alal qur’āna rabī‘a qalbī, wa nūra shadrī, wa jilā’a ghammī, wa dzahāba huznī wa hammī.    

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku hamba-Mu, putra hamba-Mu (laki-laki), putra hamba-Mu (perempuan). Nasibku di tangan-Mu, berlaku padaku ketentuan-Mu, adil padaku putusan-Mu. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama-Mu yang Kau sebut untuk diri-Mu, (nama) yang Kau turunkan dalam kitab-Mu, (nama) yang Kau ajarkan pada segelintir hamba-Mu, atau (nama) yang hanya Kau sendiri yang mengetahuinya dalam pengetahuan ghaib agar Kau menjadikan Al-Qur’an sebagai musim semi (di) hatiku, cahaya batinku, pelenyap kebingunganku, dan penghilang kesedihan serta kebimbanganku.”

Baca Juga: Doa Hujan agar Berkah dan Tidak Menjadi Bencana, Yuk Amalkan di Bulan Ramadan

3. Doa agar Pikiran Menjadi Tenang

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ لِيْ نُوْرًا فِيْ قَلْبِيْ، وَنُوْرًا فِيْ قَبْرِيْ، وَنُوْرًا فِيْ سَمْعِيْ، وَنُوْرًا فِيْ بَصَرِيْ، وَنُوْرًا فِيْ شَعْرِيْ، وَنُوْرًا فِيْ بَشَرِيْ، وَنُوْرًا فِيْ لَحْمِيْ، وَنُوْرًا فِيْ دَمِيْ، وَنُوْرًا فِيْ عِظَامِيْ. وَنُوْرًا مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَنُوْرًا مِنْ خَلْفِيْ، وَنُوْرًا عَنْ يَمِيْنِيْ، وَنُوْرًا عَنْ شِمَالِيْ، وَنُوْرًا مِنْ فَوْقِيْ، وَنُوْرًا مِنْ تَحْتِيْ. اَللّٰهُمَّ زِدْنِيْ نُوْرًا، وَاَعْطِنِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ لِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْنِيْ نُوْرًا 

Latin: Allāhummaj‘al lī nūran fī qalbī, wa nūran fī qabrī, wa nūran fī sam‘ī, wa nūran fī basharī, wa nūran fī sya‘rī, wa nūran fī basyarī, wa nūran fī lahmī, wa nūran fī damī, wa nūran fī ‘izhāmī, wa nūran min bayni yadayya, wa nūran fī khalfī, wa nūran ‘an yamīnī, wa nūran ‘an syimālī, wa nūran min fawqī, wa nūran min tahtī. Allāhumma zidnī nūrā. Wa a‘thinī nūrā. Waj‘al lī nūrā. Waj‘alnī nūrā.    

Artinya, "Ya Allah jadikanlah cahaya pada hatiku, kuburku, pendengaranku, penglihatanku, rambutku, kulitku, dagingku, darahku, tulang-tulangku, di hadapanku, belakangku, sisi kananku, sisi kiriku, sisi atasku, dan pada sisi bawahku. Ya Allah tambahkanlah cahaya bagiku. Berikanlah cahaya kepadaku. Jadikanlah cahaya bagiku. Jadikanlah diriku bercahaya."

Cahaya dalam doa ini bermakna ketenangan, petunjuk, dan kejernihan berpikir agar tidak mudah terjebak dalam pikiran negatif.

4. Doa agar Mudah Menerima Kenyataan

 حَسْبِىَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Latin: Hasbiyallāhu wa ni‘mal wakīl.

Artinya: “Cukuplah Allah bagiku dan Dia sebaik-baik pelindung.”

Doa singkat ini mengajarkan sikap tawakal. Ketika sesuatu tidak berjalan sesuai harapan, kita menyerahkan sepenuhnya kepada Allah dengan penuh keyakinan.

5. Doa Memohon Petunjuk Hati

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ     

 Artinya, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia),” (QS Ali ‘Imran [3]: 8).

Overthinking dan kegelisahan adalah bagian dari ujian kehidupan. Namun, sebagai seorang Muslim, kita memiliki tempat terbaik untuk kembali doa dan dzikir kepada Allah SWT. Dengan rutin mengamalkan doa-doa di atas, insyaAllah hati menjadi lebih lapang, pikiran lebih jernih, dan jiwa terasa damai.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlambat! Ini Batas Waktu dan Waktu Terbaik Melaksanakan Zakat Fitrah

Sumber: NU Online

Berita Terkait
Berita Terkini