DP2KBP3A Kota Sukabumi Tingkatkan Kapasitas Petugas Program Bangga Kencana 2026

Sukabumiupdate.com
Rabu 14 Jan 2026, 07:05 WIB
DP2KBP3A Kota Sukabumi Tingkatkan Kapasitas Petugas Program Bangga Kencana 2026

Peningkatan kapasitas Petugas Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) Kota Sukabumi tahun 2026 (Sumber : dokpim)

SUKABUMIUPDATE.com - DP2KBP3A menggelar peningkatan kapasitas Petugas Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) Kota Sukabumi tahun 2026. Acara ini dibuka secara langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, Ranti Rachmatilah, di Wisata Alam Oasis Selasa (13/01/2025).

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, Kota Sukabumi Yadi Mulyadi menegaskan bahwa kegiatan ini sebagai upaya penguatan peran petugas lapangan dalam mendukung pembangunan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Selain jajaran DP2KBP3A Kota Sukabumi, para kepala bidang, Koordinator Lapangan Balai Penyuluh KB Kecamatan se-Kota Sukabumi, Penyuluh KB (PKB), dan Petugas Lapangan KB (PLKB), acara peningkatan kapasitas lapangan ini juga dihadiri Ketua Institusi Masyarakat Perkotaan (IMP) tingkat kelurahan, Ketua Forum Pos KB, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

Baca Juga: Apel Pagi Distanhorti Jabar Bahas Penyesuaian Tupoksi, Inovasi Teknologi, dan Ekosistem Pertanian

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kota Sukabumi menegaskan pembangunan sumber daya manusia merupakan pilar utama pembangunan nasional, termasuk di tingkat daerah. Program Bangga Kencana memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi sosial, khususnya dalam bidang kesehatan, ketahanan sosial budaya, serta pembangunan keluarga yang berkualitas dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa Program Bangga Kencana memiliki empat pokok garapan utama, yakni Pendewasaan Usia Perkawinan, Pengaturan Kelahiran, Pemantapan Ketahanan Keluarga, dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, yang diperkuat dengan upaya pengendalian dan pembinaan penduduk. Program ini dinilai sangat relevan dengan upaya pengentasan kemiskinan di Kota Sukabumi.

Pentingnya ketahanan keluarga yang dimulai dari kualitas setiap anggota keluarga, dilandasi oleh nilai moral, pendidikan, serta pemahaman agama yang kuat. Pelaksanaan delapan fungsi keluargamulai dari fungsi agama, pendidikan, ekonomi, hingga pembinaan lingkunganmenjadi kunci terwujudnya keluarga yang harmonis dan tangguh,” ungkap Ranty dilansir dari portal KDP.

Baca Juga: Ruang Publik dalam Tekanan: Disinformasi, AI, dan Ketimpangan Wilayah

Dalam konteks kewilayahan, konsep Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) menjadi gambaran nyata kolaborasi antar keluarga dalam satu lingkungan melalui prinsip kebersamaan 5T, sebagai bentuk penguatan pembangunan keluarga secara kolektif.

Ia juga menyoroti pentingnya keberlanjutan Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, yang berperan dalam pengendalian jumlah penduduk serta penurunan angka kematian ibu dan bayi. Berdasarkan data pemutakhiran pendataan keluarga tahun 2025, Total Fertility Rate (TFR) Indonesia berada di angka 2,11, sejalan dengan kampanyeDua Anak Lebih Sehat”.

Untuk itu, ia mendorong peningkatan kualitas pelayanan KB melalui penguatan kompetensi petugas lapangan, penjaminan standar pelayanan, kegiatan KIE dan konseling yang tepat sasaran, serta pemantauan mutu layanan berbasis data. (adv)

 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini