SUKABUMIUPDATE.com - Pikiran manusia bekerja sangat kompleks sering kali tanpa kita sadari, berbagai trik psikologi mempengaruhi cara berpikir, menilai, dan mengambil keputusan setiap hari. Dari memilih barang, menilai orang lain, sampai menentukan keputusan penting sehari-hari, pola pikir kita kerap dipengaruhi oleh mekanisme mental yang tersembunyi di balik kesadaran.
Psikolog menyebut beberapa dari mekanisme ini sebagai bias kognitif, yaitu kecenderungan sistematis dalam berpikir yang dapat mempengaruhi persepsi, ingatan, dan cara kita memutuskan sesuatu secara cepat dan otomatis. Berikut trik psikologi yang sering berjalan di pikiran kita dan mengubah cara kita berpikir tanpa disadari.
1️. Confirmation Bias - Membaca Sesuatu yang Cocok dengan Kita
Kita cenderung mencari, memperhatikan, atau mengingat informasi yang sesuai dengan kepercayaan atau keyakinan awal dan mengabaikan yang bertentangan. Contoh sehari-hari: Ketika sudah yakin suatu merek itu bagus, kita lebih cepat mencari ulasan positif dan menutup mata pada komentar negatif.
Baca Juga: Apel Pagi Distanhorti Jabar Bahas Strategi Peningkatan Produktivitas Pangan
2️. Anchoring Bias - Pengaruh Informasi Awal
Penilaian banyak orang sangat dipengaruhi oleh informasi pertama yang mereka terima ini disebut juga anchor atau jangkar. Contoh: Jika harga pakaian diberi label asli mahal lalu di diskon besar, kita cenderung merasa itu murah, meskipun harga sebenarnya tetap tinggi.
3️. Bandwagon Effect - Ikut Kerjaannya Karena Orang Lain Juga Ikut
Orang akan lebih cepat percaya atau melakukan sesuatu jika banyak orang lain juga melakukannya. Contoh: Tren viral atau ikut membeli barang tertentu bukan karena kualitas, tetapi karena semua orang juga punya.
4️. Priming - Pikiran Dipicu Lebih Dulu
Paparan terhadap sesuatu mempengaruhi respons kita terhadap informasi berikutnya, sering kali tanpa kita sadar. Contoh: Kalau baru saja melihat kata pantai, kamu mungkin jadi lebih cepat mengenali kata pasir dibanding kata acak seperti mobil.
5️. Illusion of Control - Ilusi Kita Mengontrol Sesuatu
Kita sering merasa memiliki kontrol atas situasi padahal sebenarnya tidak sekuat yang kita kira. Contoh: Saat bermain lotere, orang merasa kalau memilih sendiri angka menjadikannya punya kesempatan lebih besar menang.
Baca Juga: Sempat Tertahan 6 Bulan di Kamboja, Jenazah Korban TPPO asal Ciracap Tiba di Rumah Duka
6️. Familiarity Heuristic - Favorit Karena Terbiasa
Kita cenderung menyukai sesuatu yang sudah akrab atau sering dilihat. Contoh: Kamu lebih cepat memilih brand yang sering tampil di iklan atau pernah kamu lihat sebelumnya.
7️. Boomerang Effect - Terlalu Keras Justru Bikin Menolak
Saat seseorang merasa dipaksa atau dibatasi, ia justru memilih hal yang berlawanan dari yang diinginkan pihak lain. Contoh: Larangan yang terlalu keras bisa membuat anak semakin ngotot melakukan hal yang dilarang.
8️. Mere Exposure Effect - Semakin Sering, Semakin Kita Suka
Semakin sering kita terpapar sesuatu, semakin besar kemungkinan kita menyukainya, bahkan tanpa analisis logis. Contoh: Lagu yang awalnya biasa saja bisa jadi favorit karena sering didengar di radio atau playlist.
Psikologi menekankan bahwa otak kita bekerja tidak hanya berdasarkan logika penuh, tetapi banyak menggunakan jalan pintas mental (heuristics) dan bias kognitif agar bisa cepat memproses informasi yang sangat banyak setiap hari.
Hal ini membantu kita membuat keputusan cepat, tapi juga bisa membuat kita terjebak berpikir otomatis, bahkan ketika situasinya sebenarnya kompleks.
Banyak hal dalam kehidupan kita sehari-hari dipengaruhi oleh mekanisme psikologis yang berjalan otomatis mulai dari bagaimana kita menilai informasi, melihat orang lain, sampai membuat keputusan.
Baca Juga: Hindari! 7 Jenis Makanan dan Minuman Ini Dapat Meningkatkan Risiko Kanker
Sumber: verywellmind, wikipedia dan berbagai sumber lainnya





