TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
bankbjb

Dituduh Kirim Pesan Ancaman, Menteri Inggris Mundur Setelah 14 Hari Menjabat

Gavin Williamson disebut mengirim pesan berisi sumpah serapah. Ia juga pernah mengatakan kepada seorang pejabat pemerintah dengan ucapan yang tak pantas

Penulis
Rabu 9 Nov 2022, 22:30 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Gavin Williamson yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan Inggris mengundurkan diri dari jabatannya pada Selasa, 8 November 2022 menyusul tuduhan intimidasi baru-baru ini. The Sunday Times dan surat surat kabar lain melaporkan bahwa rekan-rekannya menuduh Williamson mengirimkan pesan intimidasi kepada mereka.

Ia disebut mengirim pesan berisi sumpah serapah. Ia juga pernah mengatakan kepada seorang pejabat pemerintah dengan ucapan yang tak pantas seperti "menggorok leher Anda." 

Williamson mengatakan tuduhan terhadapnya itu mengganggu kinerja pemerintahan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Rishi Sunak tersebut. “Seperti yang diketahui, ada proses pengaduan yang sedang berlangsung mengenai pesan teks yang saya kirim ke seorang rekan,” kata Williamson dalam surat pengunduran dirinya, yang ditujukan kepada Rishi Sunak.

“Saya mematuhi proses ini dan saya telah meminta maaf kepada penerima pesan-pesan itu. Sejak itu, ada tuduhan lain yang dibuat tentang perilaku saya di masa lalu. Saya membantah karakterisasi klaim ini, tetapi saya menyadari ini menjadi gangguan untuk pekerjaan baik yang dilakukan pemerintah ini untuk rakyat Inggris,” ujarnya dalam surat itu.

“Oleh karena itu, saya telah memutuskan untuk mundur dari pemerintah sehingga saya dapat sepenuhnya mematuhi proses pengaduan yang sedang berlangsung dan membersihkan nama saya dari segala kesalahan,” kata Williamson.

Sunak menerima pengunduran diri Williamson dengan sedih. “Saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kesetiaan pribadi Anda,” kata Sunak.

Williamson menjadi menteri di kabinet Rishi Sunak hanya selama 14 hari. Dia dianggap sebagai sekutu dekat Sunak. Sebelumnya, Williamson pernah dipecat dua kali saat menjadi menteri di era Boris Johnson dan Theresa May. 

Pria berusia 46 tahun yang pernah menjabat sebagai anggota parlemen Partai Konservatif itu dipecat sebagai menteri pertahanan pada 2019 oleh Perdana Menteri Theresa May. Penyebabnya adalah bocornya keputusan penting terkait dengan raksasa telekomunikasi China Huawei.

Dipecat oleh May, ia lalu diangkat menjadi menteri pendidikan di era Perdana Menteri Boris Johnson. Namun dalam sebuah laporan, Williamson disebut memimpin algoritma penilaian ujian yang kontroversial selama pandemi Covid-19. Sistem penilaian dibatalkan setelah kemarahan meluas dari orang tua, siswa dan pendidik. Johnson mencopotnya dari kabinet saat terjadi perombakan pada 2021. 

Oposisi Partai Buruh mengatakan pengunduran diri Williamson adalah cerminan buruk dari perdana menteri yang lemah. "Ini adalah contoh lain dari penilaian buruk Rishi Sunak dan kepemimpinan yang lemah," ujar Angela Rayner, wakil pemimpin Partai Buruh dalam sebuah pernyataan.


Editor
Halaman :
Tags :
BERITA TERPOPULER
Berita Terkini
x