Terlalu Banyak Baca Berita Buruk, Awas 3 Masalah Kesehatan Mental

Senin 27 April 2020, 17:00 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Bagaimana kondisi kesehatan mental Anda selama wabah virus corona? Apakah Anda banyak membaca dan mendengar berita-berita yang tidak membuat tenang? Sebut saja jumlah pasien yang kian bertambah hingga belum adanya obat yang ampuh untuk menyembuhkan Covid-19.

Dilansir dari tempo.co, membekali diri dengan informasi terbaru seperti itu memang menambah wawasan. Namun, membacanya dengan terlalu sering pun bisa mengganggu kesehatan mental Anda. Setidaknya ada tiga dampak bagi kondisi psikis masyarakat yang gemar mengikuti berita buruk tersebut.

Melansir dari situs Life Hack dan Psychology Today, berikut adalah 3 dampak masalah kesehatan mental itu.

Menambah kekhawatiran pribadi

Dengan seringnya membaca dan mengikuti berita, dampak bagi kesehatan mental pertama yang bisa dialami adalah bertambahnya kekhawatiran pribadi. Para psikolog mengatakan bahwa rasa cemas yang ditimbulkan, bisa memperburuk kondisi kesehatan mereka yang sebelumnya sudah memiliki masalah mental.

Menyebabkan stres dan frustasi

Menurut peneliti di Stanford University, berita bernada negatif juga dapat menyebabkan pembacanya stres dan frustasi. Adapun munculnya masalah psikis terjadi lantaran penggunaan bahasa yang bias sehingga membuat kita harus memilih kubu pro dan kontra. Diskusi yang panas di media sosial terkait isu tersebut pun juga menambah buruk kondisi psikis.

Menciptakan rasa tidak aman

Masyarakat pada dasarnya menyukai berita bertajuk negatif daripada positif. Hal tersebut disebabkan oleh neurologis manusia yang terpusat untuk fokus pada informasi negatif lantaran negativitas amat menarik perhatian. Sayangnya, sebuah studi yang dilakukan oleh Mary McNaughton-Cassill menyebutkan bahwa pengaruh membaca berita buruk justru membuat masyarakat dihantui dengan rasa tidak aman. Peneliti lain menyebut fenomena ini sebagai mean world syndrome.

 

Sumber : tempo.co

 

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkini
Life28 April 2024, 13:00 WIB

Apa Itu Baperan? Berikut 8 Cara Menghilangkan Sifat Tersebut!

Siapa yang tak pernah merasakan kebaperan? Sebagian besar dari kita pasti pernah mengalami perasaan yang terlalu sensitif atau mudah tersinggung terhadap hal-hal kecil.
Ilustrasi. Anak baperan. Sumber : pixabay/adjusty22
Science28 April 2024, 12:45 WIB

Sukabumi Skala IV-V MMI, Dampak Gempa M6.2 Laut Garut Wilayah Selatan Jawa Barat

Menurut BMKG, ukuran gempa mengacu pada skala Mercalli yang merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902.
Gempa M6,2 Laut Garut di Wilayah Selatan Jawa Barat pada Sabtu 27 April 2024 pukul 23.29.47 WIB malam. (Sumber : X (Twitter)/@DaryonoBMKG)
Life28 April 2024, 12:00 WIB

10 Tips Jitu Meredakan Emosi Agar Makin Sabar dan Terkendali

Artikel ini akan membahas beberapa strategi praktis untuk mengelola dan meredam emosi yang sedang memuncak, sehingga kita dapat tetap tenang dan terkendali dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Ilustrasi. Lonjakan Emosi. Sumber : pixabay/noone09
Life28 April 2024, 11:43 WIB

Tobat Sebelum Terlambat, 6 Tanda Hati Kamu Masih Kotor Menurut Islam!

Orang yang berhati kotor biasanya lantaran masih menyimpan penyakit hati. Ini merupakan tanda dari level manusia.
Ilustrasi. Tanda orang yang berhati kotor. | Sumber foto : Pexels/SHVETS production
Sukabumi Memilih28 April 2024, 11:30 WIB

Penjaringan Bacabup Sukabumi dari Golkar Masih Berlangsung, Deklarasi Asjap Dinilai Terlalu Dini

Deklarasi Asep Japar atau Asjap sebagai calon Bupati Sukabumi oleh Golkar Kabupaten Sukabumi dinilai terlalu dini.
Bendera Partai Golkar. | Foto: Istimewa
Life28 April 2024, 11:30 WIB

Coba Terapkan, Ini 6 Hal yang Dapat Dilakukan Agar Anak Lebih Mandiri

Mengajari anak tentang kemandirian adalah kuncinya. Meskipun itu tidak mudah. Berikut beberapa hal sederhana yang bisa Anda lakukan setiap hari untuk membantu si kecil menjadi lebih mandiri.
Ilustrasi. Tips membuat anak lebih mandiri. Sumber : Freepik/@freepik
Science28 April 2024, 11:00 WIB

Gempa M6,2 Laut Garut Dirasakan Warga Sukabumi, Apa Itu Intra Slab Earthquake?

BMKG menyebutkan, Gempa M6,2 Selatan Jawa Barat ini terjadi akibat pecahnya batuan dalam lempeng Indo-Australia (intraslab earthquake).
Intra Slab Earthquake: Gempa M6,2 Garut pada Sabtu 27 April 2024 pukul 23.29.47 WIB malam. (Sumber : X (Twitter)/@DaryonoBMKG)
Life28 April 2024, 10:47 WIB

5 Bahasa Tubuh yang Menunjukkan Pasangan Sedang Berbohong, Ini Buktinya

Pasangan yang sedang berbohong akan nampak pada bahasa tubuhnya saat sedang berbicara.
Ilustrasi. Bahasa tubuh pasangan yang berbohong. | Sumber foto : Pexels/Roderick Salatan
Jawa Barat28 April 2024, 10:37 WIB

Data Terkini Dampak Gempa Laut Garut: 27 Rumah Rusak, 4 Orang Luka

Berikut dampak gempa Garut M6,2 yang tercatat oleh BNPB.
Dampak gempa laut Garut M6,2. (Sumber : Istimewa)
Life28 April 2024, 10:30 WIB

4 Rahasia Mengejutkan dalam Membesarkan Anak Supaya Berperilaku Baik

Anak-anak Anda tidak akan belajar mendisiplinkan diri dalam semalam. Pasti ada saatnya mereka berperilaku buruk, tidak peduli seberapa keras Anda berusaha mencegahnya.
Ilustrasi. Cara membesarkan anak supaya berperilaku baik. Sumber : Freepik/@freepik