Desa Wisata Purwasari Sukabumi: Bodogol Edu Farm Tawarkan Konsep Peternakan Terintegrasi

Desa Wisata Purwasari Sukabumi: Bodogol Edu Farm Tawarkan Konsep Peternakan Terintegrasi

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar saat mengunjungi Bodogol Edu Farm di Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug (Sumber: dispar)

SUKABUMIUPDATE.com - Peternakan domba tak hanya menjadi tempat memelihara ternak, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi wisata edukasi yang terintegrasi dengan pertanian. Konsep inilah yang dikembangkan Bodogol Edu Farm di Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, yang kini menjadi salah satu daya tarik desa wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menilai konsep tersebut memiliki potensi untuk mendukung pengembangan Desa Purwasari sebagai desa wisata. Hal itu disampaikannya saat berkunjung langsung ke Bodogol Edu Farm pada Selasa (13/10/2026).

Ali menjelaskan, Desa Purwasari menjadi salah satu desa yang ditetapkan sebagai desa wisata setelah melalui proses kurasi oleh tim yang dibentuk Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi dengan persetujuan bupati.

Desa Purwasari termasuk dalam 31 desa dan kampung wisata yang telah melalui proses kurasi tersebut. Menurut Ali, pengembangan desa wisata perlu didukung konsep yang memiliki daya tarik sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Baca Juga: Terpilih Jadi Ketua APINDO Kota Sukabumi, Dadang Kuswandi Soroti UMKM dan Hubungan Industrial

“Alhamdulillah hari ini bisa datang dan menyaksikan langsung agrowisata yang terintegrasi, yang dikelola oleh desa dan melibatkan para pemuda,” kata Ali.

Bodogol Edu Farm mengembangkan konsep yang menghubungkan peternakan domba dengan kegiatan pertanian. Dalam konsep tersebut, hasil dari satu kegiatan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan lainnya, termasuk pemanfaatan limbah peternakan sebagai bahan yang berguna bagi pertanian.

Menurut Ali, pengelolaan peternakan juga perlu memperhatikan aspek kebersihan dan kenyamanan agar aktivitas di dalamnya bisa menjadi bagian dari pengalaman wisata edukasi.

“Salah satu diantaranya bagaimana domba ternak yang selama ini mungkin menimbulkan masalah bau, kemudian dikemas sedemikian rupa menjadi tidak bau, sehingga layak wisatawan datang mendekat dan menyaksikan prosesnya,” ujarnya.

Baca Juga: Sandal di TKP Mayat Perempuan dengan Luka Benda Tumpul di Ciemas Sukabumi

Selain mendukung kegiatan pertanian, limbah peternakan juga berpotensi diolah menjadi produk lain, seperti biogas, kompos, hingga briket. Pemanfaatan tersebut dinilai dapat memberikan nilai tambah apabila dikelola dengan baik.

Ali menilai, pengembangan wisata berbasis potensi lokal tidak cukup hanya mengandalkan daya tarik kunjungan. Masyarakat juga perlu melihat peluang usaha dari kegiatan yang sudah berjalan, sehingga aktivitas wisata dapat memberikan manfaat ekonomi lebih luas.

“How people makes money from idea. Dengan ide-idenya itu menghasilkan uang dan memberikan nilai tambah. Jadi, selain wisata, ekonomi kreatifnya juga berjalan,” tuturnya.

Menurut Ali, pengembangan desa wisata perlu diikuti dengan penyediaan fasilitas yang mendukung kebutuhan pengunjung. Salah satu peluang yang bisa dikembangkan adalah homestay dengan memanfaatkan rumah warga sebagai tempat menginap wisatawan.

Baca Juga: KBRI Laporkan WNI Jadi Korban Serangan Udara di Riyadh Arab Saudi

Melalui konsep tersebut, pengunjung tidak hanya datang untuk melihat daya tarik wisata, tetapi juga berkesempatan merasakan suasana kehidupan di desa dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Orang kota itu biasanya mencari suasana begitu. Mereka bisa langsung berinteraksi dengan warga desa. Warga yang rumahnya dipakai sebagai homestay juga mendapatkan nilai tambah dari kamar yang disewakan,” katanya.

Selain penginapan, keterlibatan pelaku usaha mikro juga dinilai penting. Produk lokal, makanan, maupun suvenir dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata sekaligus membuka peluang pemasukan bagi warga.

Ali berharap pengembangan Bodogol Edu Farm dapat menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Sukabumi dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Menurutnya, gagasan pengembangan wisata perlu terus disesuaikan dengan kondisi wilayah dan peluang usaha yang dapat melibatkan masyarakat.

Baca Juga: Polisi Temukan Luka Benda Tumpul pada Mayat Perempuan di Ciemas Sukabumi

“Terus belajar melihat situasi dan kondisi. Semangat mencari inovasi, termasuk creative thinking, harus terus dikembangkan agar menghadirkan inspirasi dan pemberdayaan, tidak hanya untuk kita, tetapi juga untuk pemuda lainnya,” pungkasnya. (*)

Berita Terkini