SUKABUMIUPDATE.com - H. Dadang Kuswandi, tokoh masyarakat Sukabumi sekaligus pembina Rumah Inspirasi Alus Pisan (RIAP), dikukuhkan sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Sukabumi periode 2026–2031.
Dadang terpilih sebagai calon tunggal dalam Musyawarah Kota (Muskot) APINDO Kota Sukabumi. Ia menggantikan Ashady Sugiarto yang memimpin organisasi tersebut pada periode sebelumnya.
Muskot APINDO Kota Sukabumi digelar di salah satu hotel di Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi, Rabu (14/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pengurus APINDO Jawa Barat.
Ketua Bidang Organisasi APINDO Jawa Barat, Andris M, berharap kepengurusan baru mampu memperkuat organisasi agar semakin solid, profesional, dan adaptif terhadap dinamika dunia usaha.
“Melalui Muskot ini, kami berharap kepengurusan APINDO Kota Sukabumi ke depan semakin solid, profesional, dan adaptif, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya,” ujar Andris.
Baca Juga: Bina Eks Geng Motor Jadi Atlet, Dadang Kuswandi Raih IJTI Award 2026
Menurutnya, tantangan dunia usaha ke depan semakin kompleks. Dinamika politik daerah, persoalan hubungan industrial, hingga kebijakan pemerintah yang berdampak terhadap operasional perusahaan membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.
Karena itu, ia menilai sinergi antara pengusaha dan pemerintah diperlukan untuk menjaga iklim investasi sekaligus menciptakan hubungan industrial yang harmonis.
“Sinergi antara pengusaha dan pemerintah sangat penting. Pemerintah diharapkan bisa menjadi penengah yang adil agar kebijakan yang diterapkan tidak memberatkan dunia usaha, sekaligus menjaga iklim investasi tetap kondusif,” katanya.
Andris juga menekankan pentingnya mengoptimalkan keanggotaan untuk memperkuat fondasi organisasi. Menurutnya, partisipasi aktif anggota menjadi salah satu faktor penting agar APINDO dapat menjalankan perannya dalam memperjuangkan kepentingan dunia usaha.
“Kami berharap kepengurusan yang baru dapat memperkuat organisasi, meningkatkan keaktifan anggota, dan menjadikan APINDO sebagai wadah untuk mengawal kepentingan pengusaha,” harapnya.
Sementara itu, Ketua APINDO Kota Sukabumi periode 2026–2031, H. Dadang Kuswandi, menyebut amanah ini sebagai tanggung jawab besar yang harus dijalankan melalui kebersamaan seluruh anggota.
Ia ingin menjadikan APINDO sebagai wadah bagi pengusaha untuk menyampaikan aspirasi, memperjuangkan kepentingan dunia usaha, sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi para pelaku usaha.
Baca Juga: Ramdan Camp Bos RIAP Keluar Sebagai Juara, Sabuk Kapolres Tetap di Sukabumi
Dadang menegaskan, pertumbuhan dunia usaha perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan pekerja. Menurutnya, pengusaha dan buruh merupakan dua unsur yang saling membutuhkan sehingga hubungan industrial yang harmonis harus terus dibangun.
“Kemajuan dunia usaha harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan buruh. Pengusaha dan pekerja merupakan dua unsur yang saling membutuhkan. Karena itu, kita harus membangun hubungan industrial yang harmonis dengan memperhatikan hak-hak pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan perusahaan,” ujar Dadang.
Selain persoalan ketenagakerjaan, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi salah satu fokus kepemimpinannya selama lima tahun ke depan.
Dadang menilai UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah dan membuka lapangan kerja. Oleh karena itu, kolaborasi antara pelaku UMKM, pengusaha, dan pemerintah perlu diperkuat agar usaha kecil dapat berkembang, meningkatkan daya saing, serta memperoleh akses pasar dan peluang kemitraan yang lebih luas.
“Kami juga ingin mendorong UMKM agar semakin berkembang, memiliki daya saing, memperluas akses pasar, dan mendapatkan peluang kemitraan dengan dunia usaha yang lebih besar,” katanya.
Ia berharap APINDO dapat menjadi jembatan komunikasi antara pengusaha, pemerintah daerah, pekerja, dan pelaku UMKM untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi.
“Prinsip kami, pengusaha harus tumbuh, buruh harus sejahtera, dan UMKM harus semakin kuat. Ketiganya harus berjalan beriringan agar pertumbuhan ekonomi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Sukabumi,” tuturnya. (adv)















