SUKABUMIUPDATE.com - Kasus pembunuhan Mumuh bin Atna (65) di saung kebun miliknya, ternyata dilatarbelakangi motif balas dendam karena pelaku menyangka korban merupakan dukun santet.
"Ada rasa dendam karena pelaku menyangka korban merupakan dukun santet. Dilatarbelakangi pada tahun 2015 dan 2016 dari keluarga pelaku ada yang diobati oleh korban namun akhirnya meninggal," kata Kepala Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi, AKBP Mokhamad Ngajib, Kamis (12/1).
BACA JUGA
Lima Ditangkap, Polisi Buru Dua Pelaku Lain Pembunuh Guru Ngaji Ciemas Kabupaten Sukabumi
Dendam, pelaku mengembangkan isu dukun santet, bahkan meminta dukungan masyarakat untuk melakukan pembasmian terhadap pemilik ilmu hitam, termasuk korban. “Masyarakat di sana sudah terprovokasi, provokatornya ada di antara pelaku yang sudah berhasil ditangkap," tutur Ngajib.

Meski demikian, kepada sukabumiupdate.com, Ngajib menjelaskan saat ini aparat di wilayah sudah dilakukan upaya pembinaan kepada masyarakat untuk tidak mempercayai hal tersebut.
"Alhamdulillah masyarakat di sana bisa mengerti dan memahami hal itu sehingga saat ini situasinya sudah kondusif. Paham bahwa hal itu salah," pungkasnya.
Â
