SUKABUMIUPDATE.com - Senin (9/1) pagi warga Kampung Bojong Talang RT 03/05, Kelurahan/Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dikejutkan dengan suara empat kali letusan senjata api. Suara keributan membuat warga memilih mengurung diri di rumah masing-masing.
“Iya kaget dengar suara letusan pagi-pagi. Saya langsung keluar, ada yang membentak, jangan mendekat takut ada peluru nyasar. Ada banyak orang semua laki-laki. Saya langsung masuk lagi ke rumah,†jelas salah seorang warga Dadang Suhendar (52) kepada sukabumiupdate.com.
Menurut Dadang, tak lama berselang terlihat sekelompok pria membawa senjata itu, membawa serta UG (41). “Udah pada pergi, saya sama warga lain langsung ke rumah UG. Dekat, masih satu erte,†lanjut Dadang.
BACA JUGA: Empat Letusan Senpi di Bojong Talang Cibadak, Tak Ada yang Tahu Kenapa UG Ditangkap Polisi
Ketua RW 05 Kampung Bojong Talang, Udi Suhendar, mengaku tidak ada pemberitahuan terkait penangkapan dan penggerebekan warganya. “Tidak ada konfirmasi, saya malah tahunya jam tujuh pagi, ada warga lapor, dan kami datang ke rumah orang yang ditangkap,†jelasnya.
Setelah itu, Udi baru tahu jika yang ditangkap adalah UG. “Informasi dari istrinya, UG ditembak kaki saat bersembunyi di lantai dua rumahnya. Itu saja, lengkapnya kami tidak tahu. Bahkan tadi kami konfirmasi ke Polsek Cibadak juga tidak dapat kabar tambahan. Info dari keluarnya yang nangkep dari Polda Jawa Barat,†pungkas Udi.
Kehebohan ini mengundang petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Cibadak datang ke rumah UG untuk meminta keterangan dari istrinya, Yeni Rahmani (40). Kepada petugas, Yeni menjelaskan jika enam pria yang datang mengaku dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, mencari suaminya (UG) karena diduga terlibat pencurian kendaraan bermotor.
“Mereka datang mengetuk pintu. Bilang dari Polda Jawa Barat yang langsung naik ke atas, setelah itu ada suara empat kali letusan pistol. Suami saya dibawa dengan luka di kaki. Kata petugasnya, suami saya nyumput di toren air,†jelas Yeni kepada petugas.
Petugas yang menolak berbicara itu langsung pulang, dan sempat menginformasikan kepada warga bahwa UG memang residivis, baru dua bulan keluar dari lembaga pemasyarakatan Nusa Kambangan.
