SUKABUMIUPDATE.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi harus segera menertibkan para pedagang “nakal†di kawasan wisata, khususnya Palabuhanratu. Tidak hanya soal keberadaan pedagang yang membuat kumuh, tapi juga perilaku berdagang untuk mengeruk keuntungan besar, dengan cara melipatgandakan harga jual produk.
Perilaku ini dikhawatirkan mengancam keinginan Pemkab Sukabumi yang menargetkan tahun 2017 sebagai tahun pembangunan pariwisata. Perilaku tak terpuji para pedagang ini ramai dibicarakan di media sosial di awal tahun 2017, setelah salah seorang wisatawan melampiaskan kekecewaannya di Grup Facebook Palabuhanratu.
Akun FB Siswo Wasito menuliskan kemarahannya karena merasa “diperas†oleh pedagang nasi goreng di kawasan wisata Palabuhanratu.
"Hadeuhhh...kena juga. Nyobain rumah makan baru.....nasi goreng polos (asli polos) harganya 42rb sepiring. Bukannya kenyang, yang ada neuk. Pantes yg piknik, makanan & minumannya bawa sendiri. Kumaha Palabuhanratu teh...!!!!," tulis Siswo Wasito.
Keluhan Siswa Wasito pun langsung mendapatkan tanggapan dan komentar dari netizen lainnya.
"Bener aku juga makan nasgor bener2 polos, cuma nasi di kasih kecap.. Iihh meuni eneukkk pisan," timpal akun Putri R Kusman.
Bahkan tak hanya itu, dengan harga tinggi itu, membuat netizen lainnya menilai para pedagang sangat tega kepada para wisatawan.
"Tega atuh ya," singkat akun Damayanti.
Ini pernah menjadi masalah sejak lama, dan pernah dilakukan pembinaan oleh pemerintah kabupaten Sukabumi, yang mewajibkan setiap pengusaha membuat daftar harga menu yang mereka jual.
“Masalahnya kebijakan di kita ini pengawasannya tidak ada. Begitu digelar dipublis setelah itu tidak diawasi. Jangan salahkan jika wisatawan kapok, bukan kapok datang tapi kapok belanja, yang rugi kan sebenarnya para pengusaha itu sendiri,†jelas salah seorang tokoh pemuda Palabuhanratu, Firman Hidayat kepada sukabumiupdate,com, Minggu (01/01/2017).