SUKABUMIUPDATE.COM - Wacana untuk menghilangkan libur sabtu dan minggu bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di bagian pelayanan publik di Indonesia, mendapat beragam tanggapan dari PNS di Kota Sukabumi. Wacana ini digulirkann Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur, yang bertujuan meningkatkan kinerja PNS dan memaksimalkan pelayan publik bagi warga.
Tanggapan positif diungkapkan Sekretaris Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, RP Esa Wardana. “Saya pribadi sebagai pelayan masyarakat siap dan akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat tersebut tapi,†jelas Esa kepada sukabumiupdate.com, Jumat (25/11).
Namun Esa meminta ada kajian mendalam terkait kebijakan tersebut, karena masa libur diperlukan untuk istirahat yang juga berorientasi meningkatkan kinerja pada saat bekerja. “Saya berharap pemerintah mengkaji ulang kebijakan itu, kalau bisa hanya sabtu saja karena setiap PNS juga punya keluarga, dan harus istirahat biar tidak jenuh,†jelasnya.
Hal senada di ungkapkan Lurah Gunungpuyuh/Kecamatan Gunungpuyuh Tri Hastuti. “Kalau sudah jadi kebijakan pemerintah pusat, kita sabagai PNS daerah harus melaksanakannya,†ringkasnya.
Salah satu alasan wacana tidak adanya hari libur sabtu dan minggu bagi PNS, adalah pengurusan izin akan menjadi semakin mudah dan singkat, yang pada akhirnya akan berujung pada perbaikan kinerja ekonomi nasional. Namun tidak fair jika PNS tidak diberikan hak libur.
“Libur sangat penting selain untuk istirahat, juga untuk berkumpul dengan keluarga. Hanya, waktu liburnya diatur misalnya menggunakan sistem giliran (shift) seperti halnya diterapkan di banyak perusahaan swasta,†pungkas Tri.
