SUKABUMIUPDATE.COM - Sultan Alisahbana (10) warga Kampung Cibatupos, Desa/Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, yang merupakan salah satu korban penculikan yang ditemukan warga di halaman Masjid Agung Ciranjang, Kabupaten Sukabumi, Jumat (14/10), masih trauma atas apa yang telah menimpanya.
"Walaupun kondisinya sudah mulai membaik, tapi anak saya masih trauma dan sering melamun," kata Nurma (27), ibu kandung korban, kepada sukabumiupdate.com, Minggu (16/10).
Menurutnya, awalnya Sultan sulit diajak berkomunikasi dan takut dengan orang pria dewasa yang tidak dikenalnya. Namun, traumanya tersebut sudah mulai berkurang, bahakan sekarang sudah mulai mau diajak komunikasi dan bersosialisasi.
"Sekarang anak saya sudah bisa diajak bercerita dan mau menceritakan selama dirinya diculik yang katanya ada tiga orang yang menculiknya dan menyuruhnya mengemis," tambahnya.
Nurma mengaku bahwa sudah mengenal tersangka pelaku penculik anaknya, pemuda itu mengaku bernama Asep dan sudah tiga kali bertemu dengan dirinya.
Sementara, Sultan mengatakan kepada wartawan, saat kejadian penculikan pada Minggu (9/10) lalu, dirinya tengah bermain dengan Muhamad Farhan di rel kereta api di sekitar rumahnya.
Kemudian datang seorang pria dewasa mengaku bernama Asep mengiming-iminginya uang Rp190 ribu, dan akan diajak jalan-jalan ke Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Namun, bukannya ke Palabuhanratu, tetapi Sultan dan Farhan disuruh jalan di rel kereta dan dipaksa meminta-minta. Bahkan selama dalam kekuasaan si penculik, ia kerap dimarahi dan diperlakukan secara kasar jika tidak mendapatkan uang.
"Katanya saya mau diajak jalan-jalan dan diberi uang, tetapi saya malah dipaksa mengemis ke orang lain dan sering dibentak dan dikasari oleh orang itu (penculik-red)," katanya.
Sementara, Kapolsek Cisaat, Kompol Warsito mengatakan hingga kini masih memburu pelaku penculikan terhadap dua bocah warga Kecamatan Cisaat. Satu korban berhasil ditemukan di Kabupaten Cianjur, sementara satu lagi korban bernama M Farhan masih dalam pencarian.
