Reni Marlinawati Ingatkan Empat Pelajaran Penting dari Para Pejuang Sukabumi

Sabtu 24 Feb 2018, 16:47 WIB
Reni Marlinawati Ingatkan Empat Pelajaran Penting dari Para Pejuang Sukabumi

SUKABUMI UPDATE.COM - Ini adalah tulisan Reni Marlinawati, Fraksi PPP DPR RI, yang berangkatan menjadi wakil rakyat dari kota dan Kabupaten Sukabumi. Perempuan tangguh ini sengaja menyusun tulisan ini dalam rangka peringatan hari jadi Kabupaten Sukabumi ke-71, pada tanggal 1 Oktober 2016 kemarin.

Dalam tulisan ini Reni, mengajak pembaca untuk berefleksi atau bertafakur sudahkan kita di usia Kabupaten yang 71 tahun ini, masyarakatnya sejahtera dan terdidik. Selain bersuka cita dengan merayakan hari jadi Sukabumi dengan berbagai acara, ada baiknya juga kita merenung, sudahkan amanat para pendiri Kabupaten Sukabumi terpenuhi yaitu menjadi Lemah Cai anu Gemah Ripah Loh Jinawi.

Jika mau membuka lembaran sejarah terbentuknya Kabupaten Sukabumi, sungguh sangat membanggakan. Kabupaten Sukabumi terbentuk bukan hasil pemberian dari penjajah, tapi Kabupaten Sukabumi terbentuk di atas keringat, air mata dan darah.

Tujuh puluh satu (71) tahun yang lalu, tepatnya tanggal 1 oktober 1945. Di Sukabumi terjadi gerakan massa yang hebat, gerakan yang dipimpin langsung oleh para tokoh ulama dan tokoh masyarakat, mereka bertekad bulat mengambil alih kekuasaan dari pemerintah Jepang. Dengan berbagai perencanaan dan kordinasi yang matang, gerakan tersebut membuahkan hasil yang memuaskan.

Sejak peristiwa inilah Kabupaten Sukabumi terbentuk, meski tentu saja nama Sukabumi jauh sebelumnya sudah ada yaitu sejak 13 Januari 1815. Jika kita mau mengambil ibrah atau pelajaran dari sejarah terbentuknya Kabupaten Sukabumi, maka ada tujuh pelajaran penting yang dapat kita renungkan di usia tujuh puluh satu tahun ini.

Pertama, para pejuang yang datang dari berbagai pelosok desa untuk memperjuangkan terwujudnya Kabupaten Sukabumi datang dengan ikhlas. Tak sedikitpun ada di hati para pejuang, nanti saya dapat apa? Mereka tak pernah memikirkan untuk diri mereka pribadi, yang mereka pikirkan bagaimana terbentuknya Kabupaten Sukabumi, terlepas dari penjajahan dan mempunyai pemimpin sendiri.

Kedua, semangat gotong royong yang dimiliki semua masyarakat secara merata. Tak ada kelas yang membedakan diantara mereka. Mereka membawa senjata apa adanya, apa yang mereka miliki dalam menghadapi penjajah.

Ketiga, dalam melakukan penyerbuan ke tempat-tempat yang dikuasai penjajah, mereka laksana harimau lapar menerjang musuh yang bersenjata lengkap, sedangkan mereka hanya bersenjata apa adanya (golok, bambu runcing, pacul dll). Seakan urat takut para pejuang sudah putus, mereka tak sedikitpun takut akan panasnya timah peluru panas.

Keempat, para pejuang mengangkat pemimpin Bupati tanpa pamrih. Mereka hanya menginginkan Kabupaten Sukabumi yang sudah merdeka ini dikelola dengan baik. Tak ada yang sibuk mengurus dirinya untuk jadi pegawai pemerintah.

Tujuh puluh satu (71) tahun yang lalu para pejuang kabupaten Sukabumi telah memberikan pelajaran pada kita, bagaimana membebaskan diri dari penjajahan dan hidup mandiri diatas kaki sendiri. Sekarang kita sebagai ahli waris dari para pejuang Kabupaten Sukabumi, kita menghadapi banyak persoalan.

Aspek pendidikan di Sukabumi, seperti diberitakan harian republika (11/4/2014) Angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tingkat sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Sukabumi mencapai 51 persen. Kondisi ini menunjukkan masih banyak anak usia SMA yang tidak melanjutkan pendidikan. Angka tersebut memperlihatkan masih ada pelajar yang drop out (DO) sewaktu di SMA

Sebagian lagi ada yang tidak melanjutkan pendidikan sejak lulus SMP.Jumlah ini lebih rendah bila dibandingkan dengan APK di jenjang pendidikan SD dan SMP. Pada tingkatan SD APK mencapai 102 persen dan SMP mencapai 88,99 persen.

Hal ini disebabkan, karena budaya di masyarakat yang belum menganggap penting masalah pendidikan. Terlebih, untuk tingkatan SD dan SMP. Selain itu, akses warga ke sekolah yang masih jauh.

Belum lagi kalau kita lihat persoalan ekonomi, jumlah angka pengangguran membengkak, meski industry berupa pabrik-pabrik banyak di Sukabumi, namun tak terlalu banyak menolong perekonomian Sukabumi. Yang jelas aspek pertanian dan nelayan banyak terbengkalaikan.

Tulisan ini tak berpretensi untuk menyalahkan pihak mana yang harus bertanggungjawab. Semua kita warga atau masyarakat dan pemerintah Kabupaten Sukabumi adalah pihak yang paling bertanggungjawab terhadap lemah cai kita.

Mari kita bercermin dari para pahlawan yang telah membentuk Kabupaten Sukabumi, Pertama, semangat juang yang didasari dengan keikhlasan, para pejuang dating dari berbagai pelosok desa, tanpa pamrih sedikitpun, yang ada dipikiran para pejuang adalah bagaimana kita merdeka dan berdiri di kaki sendiri. Belajar dari semangat ini, mari kita singsingkan lengan semua, luruskan niat dan ikhlaskan pekerjaan kita dalam membangun Kabupaten Sukabumi dari segala keterbelakangan.

Kedua, semangat gotong royong dan kebersamaan yang dibangun oleh para pejuang harus kita jadikan contoh. Kita jangan tersekat-sekat oleh status yang kemudian menjadikan kita jumawa. Pemerintah daerah dan masyarakat harus sama-sama membangun, memelihara dan menjaga semua asset yang ada di Kabupaten Sukabumi.

Ketiga, keberanian dalam bertindak. Dengan senjata apa adanya, para pejuang Kabupaten Sukabumi dapat mengalahkan bala tentara dengan senjata lengkap, hal ini dikarenakan keberanian yang luar biasa. Hal inipun dapat kita lakukan dengan keberanian bersama untuk memerangi korupsi, manipulasi dan Narkoba serta masyarakat lainnya. Tanpa keberanian dari Masyarakat dan pemerintah segala macam penyakit masyarakat akan sulit untuk diberantas.

Terakhir, adanya saling pegertian antara pemimpin dan masyarakat. Dulu pemimpin mau memperhatikan masyarakat dengan secara seksama, begitu juga sebaliknya masyarakat menghormati pemimpin. Saling pengertian seperti inilah yang sekarang telah hilang, satu sama lain saling memanfaatkan. Kaarena itu mari kita kembalikan rasa saling percaya dan saling dukung antara pemimpin dan masyarakat.

Jika semangat para pejuang ini, dapat kembali kita tumbuhkan dalam membangun Kabupaten Sukabumi, maka berbagai rintangan dan halangan dalam membangun Kabupaten Sukabumi akan dapat kita lalui dengan mudah. Semoga apa yang dicita-citakan oleh para pejuang Kabupaten Sukabumi untuk mewujudkan lemah cai anu gemah ripah loh jinawi, segera dapat terwujud.

Editor :
Berita Terkini