SUKABUMIUPDATE.COM - Mendengar kata sapu ijuk mungkin sudah tidak aneh lagi, terutama bagi ibu rumah tangga yg dimana kesehariannya harus bersih-bersih dan membereskan rumah dengan alat pembersih tradisional ini.
Walaupun keberadaan mulai tergeser oleh alat-alat pembersih yang canggih bahkan berasam dari impor, tetapi sapu ijuk tetap akan ada dan dibutuhkan mulai dari kalangan bawah hingga kalangan orang berdompet tebal baik di dalam maupun luar negeri.
Kali ini, sukabumiupdate.com tidak membahas tentang fungsi sapu ijuk tersebut, yang pasti semua orang sudah tahu akan kegunaannya, tetapi pembahasannya lebih kepada sektor usaha pembuatannya.
Industri dan pengrajin sapu injuk di daerah Sukabumi ini sudah jarang sekali ditemui dan hanya ada beberapa saja yg masih bertahan yang dikarenakan bahan baku untuk membikin sapu ijuk tersebut sudah jarang dan susah.
Sehingga banyak pengrajin sapu injuk memilih untuk beralih profesi yang menyebabkan industri atau perajin alat kebersihan tradisional ini menjadi jarang dan sulit ditemui, khususnya di daerah Kabupaten Sukabumi.
Namun, ternyata beberapa industri dan perajin sapu injuk masih banyak yang berdiri hingga saat ini atau dengan kata gaulnya tak lekang oleh waktu. Salah satunya di Kampung Gunungguruh Girang RT 12/04, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.
Di daerah ini para pengrajin masih giat membikin sapu ijuk dan bertahan dalam mengembangkan usahanya tersebut. Bahkan Berkat kegigihan dan ketekunan warganya dalam mempertahankan keberadaan industri sapu ijuk tersebut, membuat penjualan sapu ini  sudah bertaraf internasional atau sudah dijual di pasar mancanegara.
Perajin sekaligus pemilik industri sapu injuk  Dedi (50) mengatakan tidak sia-sia dalam mengembangkan keahliannya di industri sapu ijuk yg sudah lama di tekuninnya membuat hasil kerajinannya ini sudah mampu menembus pasar mancanegara.
"Untuk membuat sapu iju ini saya dibantu 15 karyawan yang berasal dari warga di sekitar tempat pembuatan sapu iju ini dan hasil produknya pun mempunyai kualitas yang tinggi," kata Dedi kepada sukabumiupdate.com, Sabtu.
Dan yang membanggakannya lagi, hasil karya para pengrajin ini tidak hanya di jual di pasaran tradisional saja. Bahkan produknya kini mampu menembus pemasarannya sampai ke luar negri seperti Cina, Taiwan, Jepang dan Jerman.Â
Sehingga, jika ada warga Indonesia yang berwisata atau bekerja ke negara-negara tersebut dan menemukan sapu iju, bisa dipastikan hasil karya dari tangan perajin sapu iju di Kampung Gunungguruh Girang.Â
Wah luar biasa bukan hasil para perajin injuk di sukabumi ini, yang tentunya harus dicontoh oleh generasi penerus bangsa agar tidak hanya membawa map saja keliling perusahaan untuk mencari lowongan pekerjaan. Tetapi dengan usaha yang contohnya seperti ini jika ditekuni dan terus berinovasi, ternyata bisa meningkatkan kesejahteraan tidak hanya keluarga saja, tetapi orang lain
