Peneliti BMKG: Morfologi dan Sumber Gempa Turki Mirip Sesar Cimandiri di Sukabumi
Dr Daryono peneliti BMKG menyebut ada kemiripan morfologi dan sumber serta mekanisme gempa turki dengan sesar cimandiri di Sukabumi
Dr Daryono peneliti BMKG menyebut ada kemiripan morfologi dan sumber serta mekanisme gempa turki dengan sesar cimandiri di Sukabumi
Sesar Cimandiri adalah sesar aktif pemicu gempa tertua di Jawa Barat. Patahan ini membentang dari Sukabumi hingga Bandung Barat
BPBD Kabupaten Sukabumi masih memantau dampak dari gempa M4.4 kedalaman 25 km di laut Palabuhanratu, Kamis malam (2/2/2023)
Gempa bumi yang mengguncang wilayah Sukabumi hari ini menurut BMKG disebabkan aktivitas sesar Cimandiri yang menerus ke laut (Samudra Hindia)
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi Zulkarnain Barhami mengatakan ketangguhan bencana menjadi fokus pemerintah.
BMKG mengindentifikasi adanya 7 sesar aktif yang mengelilingi Kabupaten Cianjur. Selain itu masih ada dugaan adanya sesar lain yang belum teridentifikasi.
PUPR merekomendarikan pada Pemda Cianjur agar tidak Sesar Cimandiri dijadikan zona merah dan tidak boleh ada permukiman di jalur tersebut.
BMKG menyatakan patahan atau sesar Cugenang yang menjadi pemicu gempa Cianjur merupakan sesar aktif.
Penyebab Gempa Cianjur yang sebelumnya disebut dari aktivitas Sesar Cimandiri ternyata sebanrnya berasal dari Sesar Cugenag.
Wilayah Sukabumi memiliki dua sumber gempa tektonik yang berasal dari patahan lokal, yaitu Sesar Cimandiri dan Sesar Cipamingkis.
Gempa memtikan akibat sesar aktif tersebut sebagian besar terjadi di daratan dekat pemukiman warga.
Titik gempa jika dilihat menggunakan aplikasi google maps berada di kawasan Desa Hegarmanah Kecamatan Cicantayan, perbatasan dengan Kecamatan Cibadak tak jauh dari pinggi jalan nasional Cibadak Palabuhanratu.