Proses Hukum Tersangka Masuk Pemberkasan, Kasus Peluru Nyasar Tewaskan Petani Sukabumi
JF diduga lalai menerapkan prosedur keselamatan saat berburu babi hutan.
JF diduga lalai menerapkan prosedur keselamatan saat berburu babi hutan.
Menurut Rinrin keluarga diminta untuk mengajukan biaya pemulasaraan dan tahlilan hingga 40 hari oleh pihak pelaku. Keluarga Pun mengajukan sebesar Rp100 juta, namun itu tidak disanggupi secara penuh dengan berbagai alasan.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa malam, 22 April 2025, itu diduga akibat peluru nyasar dari aktivitas berburu babi hutan yang dilakukan tanpa izin.
Polres Sukabumi pastikan proses penyidikan kasus peluru nyasar yang tewaskan petani Sukabumi terus berjalan hingga kini.
Kematian Otib membuka tabir sunyi rumah putih di Tegalbuleud Sukabumi. Sebuah kisah tentang perburuan, peluru nyasar, dan keheningan yang mencurigakan.
Terduga pelaku berinisial JF telah ditangkap dan ditahan.
Otib dan Tragedi Saung Berdarah: Rentetan Awal Kejadian Petani Tewas Karena Peluru Nyasar Hingga Pelaku Ditangkap.
Malam itu letusan senjata membelah keheningan.
Kasus ini menyeret perhatian publik ke isu yang lebih luas.
Berikut kesaksian sopir ambulans desa yang mengevakuasi jenazah Otib, petani Sukabumi korban peluru nyasar.
Keberadaan proyektil menjadi titik krusial dalam penyelidikan ini.
Otib bersama istrinya memang sering bertani dan bermalam di tempat kejadian.
Otib meninggal dunia setelah tertembak peluru nyasar milik pemburu.
JF diduga lalai menerapkan standar keselamatan.
Sejumlah pemburu sempat bertanya kepada istri Otib soal posisi babi hutan.
Eem menunjuk lokasi yang dimaksud sambil mematahkan batang singkong.
Otib mengalami kejadian ini saat bersama istrinya berada di saung huma.