Sempat Tertutup Longsor, Akses Jalan Gang di Kalaparea Nagrak Sukabumi Kini Bisa Dilalui
Longsor di Nagrak Sukabumi, Jalan Gang Penghubung Dua Desa Sempat Tertutup.
Longsor di Nagrak Sukabumi, Jalan Gang Penghubung Dua Desa Sempat Tertutup.
Longsor Terjang Nagrak Sukabumi, Dimana Enam Rumah Warga dalam Ancaman Akibat Peristiwa Tersebut.
Longsor Kedua Tutup Total Jalur Nasional Bagbagan–Kiaradua, Pengendara Terjebak Menunggu.
Jalur Sukabumi Selatan Terputus, Material sepanjang 25 Meter Tutup Total Jalan Nasional Bagbagan–Kiaradua.
Hujan Deras Picu Longsor di Warungkiara Sukabumi, Akses Jalan Kabupaten Retak dan Masjid Rata dengan Tanah.
Akses Warga Dibatasi, TPT Jembatan Cijurey di Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi Longsor Diterjang Hujan Deras, pada Senin 15 Desember 2025.
Hujan Deras Picu Bencana Hidrometeorologi di Warungkiara Sukabumi, Longsor Tutup Jalan hingga Jembatan Ambruk.
Hujan Lebat di Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (17/10/2025) Siang Hari, Sebabkan Longsor dan Pohon Tumbang, Dimana Empat Rumah Warga Terancam Akibat Peristiwa Tersebut.
Curhat warga korban longsor di Kecamatan Lengkong, Kabupaten yang berbulan-bulan Hidup di Tenda, dan saat siang hari Kepanasan.
Heru mengimbau para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati.
Bencana tanah longsor di Sukabumi sepanjang tahun 2024 telah menyebabkan kerugian materiil yang signifikan termasuk mamakan korban jiwa.
Longsor terjadi pada 8 November 2024 akibat hujan deras yang berlangsung lama.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (20/11/ 2024), mengakibatkan longsor di Kampung Cisarandi RT 1/1, Desa Lebaksari, Kecamatan Parakansalak.
Dandi mengatakan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini.
Mobil ini tidak digunakan dan sudah lama terparkir yakni sejak dua tahun yang lalu.
Wisnu menuturkan penanganan lonsgor saat ini tinggal merapikan material.
Dipicu hujan deras, tebing setinggi 17 meter longsor tutup sebagian jalan Sukabumi-Sagaranten di Desa Cijangkar Nyalindung.
Mensos menyampaikan bahwa tidak hanya 12 rumah yang rusak, namun ada sekitar 69 unit rumah yang terancam. Sehingga menurutnya perlu dilakukan penelitian untuk menentukan apakah kondisi tersebut masih layak dihuni.
Longsor ini menimbun sekitar 12 rumah dan mengakibatkan penghuninya mengungsi.