Akhir Juni, Belanja Negara Melalui KPPN Sukabumi Capai Rp 3,5 Triliun
Realisasi belanja pemerintah pusat sampai akhir Juni 2023 mencapai angka Rp759,9 miliar atau 45,16 persen dari pagu belanja pemerintah pusat sebesar Rp1,6 triliun.
Realisasi belanja pemerintah pusat sampai akhir Juni 2023 mencapai angka Rp759,9 miliar atau 45,16 persen dari pagu belanja pemerintah pusat sebesar Rp1,6 triliun.
Digital Payment Marketplace dikenalkan oleh Kementerian Keuangan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di seluruh Indonesia pada tahun 2019, kepada instansi-instansi yang berada dalam wilayah pembayaran/layanannya.
KPPN Sukabumi menggelar uji publik dengan mengundang pengelola keuangan satuan kerja, akademi, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, dan Lembaga Swadaya Masyarakat.
KPPN Sukabumi telah menyalurkan TKD senilai Rp 219,7 miliar di awal bulan Mei 2023.
KPPN Sukabumi sudah melakukan proses realisasi THR sejak 4 April 2023. Hingga 10 April 2023 THR sudah cair kepada 10.281 penerima.
Kepala KPPN Sukabumi Abdul Lutfi menjelaskan realisasi belanja ini tumbuh 3,01 persen dari periode yang sama tahun lalu.
KPPN Sukabumi telah menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) untuk BOS, BOP PAUD, dan BOP Kesetaraan untuk tahap I gelombang II. Totalnya sebesar Rp156,4 miliar,” ujar Kepala KPPN Sukabumi
Dana BOS merupakan dana APBN yang digunakan untuk mendanai belanja nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar dan menengah.
Abdul Lutfi menekankan kepada seluruh satker dalam wilayah kerja KPPN Sukabumi untuk melakukan langkah-langkah strategis dalam pelaksanaan anggaran.
Buka data ini dilakukan KPPN Sukabumi bersama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Sukabumi mengadakan press release terkait kinerja APBN Tahun 2022
Acara dibuka oleh Kepala KPPN Sukabumi Abdul Lutfi, diawali penandatanganan komitmen bersama pimpinan Bank Pemerintah/Daerah di wilayah kerja KPPN Sukabumi.
Untuk mempertahankan konsumen dan mendapatkan konsumen diperlukan adanya inovasi.
UMKM menjadi pilar terpenting untuk menggerakkan perekonomian.
Kepala KPPN Sukabumi Abdul Lutfi menyatakan APBN tahun 2023 dirancang untuk tetap menjaga optimisme pemulihan ekonomi.