Polisi Buru Pelaku, Pembacokan Sadis Bermotif Cinta Segitiga di Ciambar Sukabumi
Polisi sudah menerima laporan dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Polisi sudah menerima laporan dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Ela menyebut terduga pelaku telah beberapa kali menimbulkan teror dalam hidupnya.
Ela sempat menjalin hubungan dengan M sebelum kembali dengan Ajun.
Seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) inisial FI (17 tahun) diduga jadi korban pembacokan pelajar sekolah lain saat dalam perjalanan pulang dari sekolahnya
Peristiwa dugaan pembacokan menimpa gadis asal Citamiang, Kota Sukabumi. Akibatnya korban mendapatkan luka sabetan celurit di bagian lutut kanannya.
Kapolsek Lembursitu AKP Agus Suherman mengatakan pelaku pembacokan berjumlah kurang lebih 7 orang dengan mengendarai 3 motor yang datang dari arah kabupaten menuju Kota Sukabumi.
Korban berpapasan dengan sepeda motor terduga pelaku dan temannya.
Korban mengalami luka bacok dan pendarahan di area dada.
Dugaan pengeroyokan dan pembacokan terjadi lantaran dipicu saling tatap atau beradu pandangan antara korban dan terduga pelaku.
Dalam sepekan terakhir, sukabumiupdate.com mencatat ada empat kali pembacokan di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Kedua korban dugaan pembacokan oleh berandalan bermotor ini dibawa ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.
Siswa SD ini menjadi korban dugaan pembacokan di depan SMPN 3 Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Solihin meminta sekolah dan guru di Sukabumi terus memantau, mengawasi, dan menjaga keamanan maupun keselamatan peserta didik.
Kakak korban, Angga Saputra, menceritakan secara singkat kepribadian adiknya yang menjadi korban dugaan pembacokan di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi M Sodikin mengungkapkan belasungkawa atas kasus pembacokan tersebut.
Ada lima terduga pelaku dalam kasus pembacokan pelajar di Baros, Kota Sukabumi.
Aksi kejar-mengejar terjadi hingga Jembatan Cikareo atau sekitar Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.
Ketika itu terjadi adu mulut antara korban dan dua remaja laki-laki yang menghampirinya hingga berujung ajakan perkelahian.