3 Lempeng Tektonik Besar di Indonesia yang Sering Jadi Penyebab Gempa Bumi
Indonesia menjadi negara yang dilewati oleh tiga lempeng besar yang aktip sehingga tak heran jika sering terjadi gempa bumi
Indonesia menjadi negara yang dilewati oleh tiga lempeng besar yang aktip sehingga tak heran jika sering terjadi gempa bumi
Gempa Sukabumi pada Kamis pagi menyebabkan warga panik
Gempa Sukabumi yang terjadi pada Kamis (8/12/2022) pagi berkekuatan 5,8 magnitudo.
Lonceng di dalam Lapas Nyomplong, Kota Sukabumi, sempat dibunyikan beberapa kali saat gempa bumi sebagai tanda bahaya.
Karena Indonesia berada dalam zona cincin api Pasifik (Pacific Ring of Fire), yaitu tempat dimana lempeng-lempeng berbeda di kerak bumi saling bertemu, maka tak heran di tanah air sering terjadi gempa bumi.
Saat kejadian, sekitar pukul 07.50 WIB, Lis (55 tahun) pemilik rumah tengah beraktivitas biasa, menjual gorengan keliling. Saat gempa mengguncang, ia langsung teringat rumah dan anaknya.
Ada berbagai penyebab gempa bumi diantaranya ada aktivitas tektonik dan vulkani.
Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengimbau masyarakat tetap waspada dan tenang terkait adanya gempa bumi tersebut.
Emid mengatakan getaran gempa bumi berkekuatan 5.8 magnitudo ini membuat dinding rumahnya semakin rusak kemudian ambruk.
Petugas PLN di lapangan melakukan pemantauan dan memastikan tidak ada jaringan listrik tegangan menengah maupun gardu distribusi yang padam.
Beberapa bangunan rusak akibat gempa bumi ini terletak di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sukabumi seperti Ciambar, Nagrak, dan Parakansalak.
Gempa Sukabumi dipicu adanya deformasi batuan dalam lempeng di lempeng Indo-Australia atau disebut juga gempa di Zona Benioff.
Dida mengimbau warga Sukabumi tetap waspada karena menurut arahan Gubernur Jawa Barat yang disampaikan kepada bupati/wali kota, kejadian gempa akan hingga Maret 2023.
Guncangan gempa tersebut dirasakan hampir di seluruh wilayah Sukabumi. Seperti di Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, warga merasakan getaran gempa saat bermain bersama anaknya di kasur.
Dalam akun twiternya, BMKG mencatat gempa kali ini memiliki kedalam 128 kilometer. Pusat gempa berada di 7.27 LS,106.88 BT.
Korban meninggal gempa Cianjur kembali bertambah, kini jumlahnya menjadi 323 orang.
Titik gempa jika dilihat menggunakan aplikasi google maps berada di kawasan Desa Hegarmanah Kecamatan Cicantayan, perbatasan dengan Kecamatan Cibadak tak jauh dari pinggi jalan nasional Cibadak Palabuhanratu.
Guncangan gempa tak hanya dirasakan di Sukabumi, namun hingga daerah lain di Jawa Barat.
BMKG menyatakan gempa tersebut berkekuatan 4,7 Magnitudo. Titik koordinat gempa yaitu 7.70 Lintang Selatan - 106.88 Bujur Timur tepatnya berada di laut 87 Km Barat Daya Kota Sukabumi.