Picu Rentetan Gempa Dangkal, Pasca Gempa M4,8 di Laut Sukabumi
Sukabumi dilanda rentetan gempa dangkal di laut selatan Jawa Barat, atau kurang lebih berjarak 147 KM tenggara Kabupaten Sukabumi, sejak Sabtu dini hari tadi (7/9/2024) hingga siang ini.
Sukabumi dilanda rentetan gempa dangkal di laut selatan Jawa Barat, atau kurang lebih berjarak 147 KM tenggara Kabupaten Sukabumi, sejak Sabtu dini hari tadi (7/9/2024) hingga siang ini.
Sabtu, 7 September 2024 pukul 02.02.04 WIB, Sukabumi Diguncang Gempa M4,8 Skala II MMI. BMKG melaporkan gempa bumi tektonik ini dipicu Aktivitas Sesar Aktif Dasar Laut.
Pusat gempa bumi atau episenter berada di darat.
Menurut BMKG, ukuran gempa mengacu pada skala Mercalli yang merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902.
Diantara 13 gempa merusak Selatan Jawa tahun 1844-2022, dua diantaranya pernah terjadi di Sukabumi, tepatnya Gempa di tahun 2012 dan 2021.
Gempa yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Cugenang.
Gempa darat M3,4 mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Senin (8/4/2024) malam. BMKG ungkap penyebabnya.
BMKG melaporkan gempa M4,9 guncang Sukabumi. Cek koordinat dan dampak getarannya.
Rumah berukuran 6x12 meter persegi ini dihuni satu keluarga dengan lima jiwa.
Asep Jeka terbangun dan mendengar suara kaca jendela yang bergetar.
Gempa Bumi M4,5 Guncang Kabupaten Sukabumi Akibat Sesar Bawah Laut
Setelah menerima laporan, Dandi langsung mendatangi lokasi untuk mengecek.
Rumah milik warga bernama Harja rusak akibat guncangan gempa.
Hingga pukul 08.30 WIB, belum menunjukkan adanya gempa susulan.
Guncangan gempa juga dirasakan warga Pajampangan, Kabupaten Sukabumi.
Berikut rincian rumah di Kabandungan Sukabumi yang rusak terdampak Gempa Gunung Salak.
Warga masih bertahan di pengungsian karena gempa susulan yang lebih besar.
Pengembangan riset aplikasi peringatan dini gempa ini sudah berjalan di tahun kedua.
Gunung salak dilaporkan dalam keadaan normal, meskipun ada serangkaian gempa dalam beberapa hari terkahir.
Camat Kabandungan Yuki Ramdan Priana masih mendata jumlah rumah rusak.