Rentetan Gempa Dangkal Gunung Salak, 18 Menit 3 Lini di Bogor dan Sukabumi
BMKG mencatat dalam 18 menit terjadi 3 kali gempa dangkal, yang berpusat di Cipeuteuy Kabandungan Kabupaten Sukabumi dan Purwabakti Kabupaten Bogor.
BMKG mencatat dalam 18 menit terjadi 3 kali gempa dangkal, yang berpusat di Cipeuteuy Kabandungan Kabupaten Sukabumi dan Purwabakti Kabupaten Bogor.
Gempa bumi M 4,1 guncang Kabupaten Sukabumi Minggu (4/10/2026) pagi. BMKG sebut pusat gempa di laut dangkal akibat sesar aktif.
BMKG melaporkan gempa bumi Magnitudo 4,3 guncang 13 km Selatan Kabupaten Cianjur pada Selasa (1/9/2026) sore kedalaman 5 km.
Hari ini, Minggu (8/8/2026) hingga pukul 09.00 WIB, sudah terjadi 3 kali gempa darat dengan kedalaman hingga 13 kilometer.
Gempa bumi tektonik M2,6 guncang darat Kota Sukabumi sore ini (19/5). Guncangan akibat sesar aktif terasa hingga Nagrak. Simak info lengkap BMKG.
Gempa Magnitudo 3,3 guncang Kabupaten Sukabumi pada Senin malam (20/4). Berpusat di laut akibat sesar bawah laut, getaran dirasakan di Cidolog.
Sukabumi kembali diguncang gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif
Menurut BMKG gempa darat kali ini dirasakan di Kasomalang dan Ciater II MMI.
Gempa magnitudo 6,0 mengguncang wilayah timur Afghanistan pada Ahad 31 Agustus 2025 malam waktu setempat. Banyak properti runtuh dan sedikitnya 622 orang tewas.
Berdasarkan data BMKG, lindu ini tercatat berkekuatan magnitudo 4,4 dengan episenter berada di laut, sekitar 87 km barat daya Kota Sukabumi pada kedalaman 20 km.
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan.
gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan di wilayah Outer Rise Selatan Jawa.
BMKG memastikan bahwa gempa ini berasal dari aktivitas Sesar Lembang, salah satu sesar aktif yang membentang di kawasan utara Bandung.
Laporan BMKG menyebutkan bahwa episenter gempa berada di darat, pada koordinat 6,73 Lintang Selatan dan 106,54 Bujur Timur, sekitar 28 kilometer barat laut Kabupaten Sukabumi.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menyampaikan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di daratan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di darat, sekitar 2 kilometer tenggara Kota Bogor, dengan kedalaman dangkal 5 kilometer.
Gempa M4,1 yang terjadi di Sukabumi pada Senin (24/3/2025) pukul 21:10:04 WIB merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut
Belum ada aktivitas gempa bumi susulan.
Episenter gempa terletak pada koordinat 7.59 LS dan 106.18 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 73 km Barat Daya Bayah Banten.
Hasil pemantauan BMKG, hingga pukul 06.30 WIB telah terjadi sembilan kali gempa bumi di lokasi yang berdekatan.