1 Rumah Nyaris Roboh, Angin Kencang dan Longsor Landa Sukabumi Utara Saat Hujan
Cuaca ekstrem menyebabkan angin kencang dan longsor landa 3 titik di Sukabumi utara saat hujan deras. Berikut data BPBD.
Cuaca ekstrem menyebabkan angin kencang dan longsor landa 3 titik di Sukabumi utara saat hujan deras. Berikut data BPBD.
BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa hingga sepekan ke depan
Soal Banjir Hingga Longsor di Bandung, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, Rakhmat Prasetia mengungkap soal potensi hujan selama tiga hari ke depan dan menghimbau masyarakat waspada Bencana Hidrometeorologi.
Total tiga unit rumah warga di Kabupaten Sukabumi rusak akibat tertimpa pohon usai hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut, Minggu (22/10/2023).
Dua rumah warga di Nagrak rusak akibat tertimpa pohon yang tersapu angin kencang saat hujan deras melanda wilayah utara Sukabumi tersebut.
Angin kencang akibat cuaca ekstrem melanda Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi. Puluhan unit rumah rusak diterjang bencana hidrometeorologi tersebut.
Kawasan Ka'bah Mekkah di Arab Saudi, rumah bagi situs-situs paling suci umat Islam, telah dilanda badai dan hujan ekstrem.
BPBD Kota Sukabumi imbau warga siaga bencana hadapi potensi cuaca ekstrem tiga hari kedepan.
Berkaitan dengan Suhu Arab Saudi yang mencapai 48 derajat Celcius, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau agar para jemaah haji asal Indonesia mengantisipasi terjadinya Heatstroke saat Armuzna.
Jemaah haji tetap khusyu' menjalankan wukuf di Arafah meskipun suhu Arab Saudi terus meningkat, melebihi batas normal pada tahun ini, yakni mencapai 48 Derajat Celsius.
BMKG mengungkap penyebab hujan deras, angin kencang yang melanda Jawa Barat termasuk Bogor, Cianjur hingga Sukabumi
Dari data-data ISPA di Kota Sukabumi ini tak ditemukan korban meninggal dunia.
BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat dampak cuaca ekstrem awal Mei 2023 terjadi tiga titik kejadian bencana alam tanah longsor di Sukabumi.
Cuaca panas yang menyerang tubuh secara terus menerus tanpa adanya perlindungan, bisa menyebabkan kondisi tubuh lemas dan berkeringat. Hal itu jika dibiarkan akan menimbulkan jamur dan rasa gatal pada kulit.
Cuaca ekstrem dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh jika tidak mampu beradaptasi dan mengatasinya.
BMKG mengungkap penyebab kenapa beberapa hari terakhir terjadi cuaca panas yang tidak biasa di wilayah Indonesia
Dalam unggahan akun resmi Instagram BMKG @infobmkg, menunjukan wilayah Indonesia akan mengalami tingkat indeks paparan sinar UV tertinggi hingga sangat berbahaya.
Banjir bandang yang terjadi di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah Warungkiara Sukabumi ini diakibatkan Sungai Cigadog meluap.
Satu unit rumah warga di Kampung Tenjolaya RT 06/05, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, ambruk diterjang angin kencang.
BPBD Kota Sukabumi mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dengan kondisi cuaca buruk yang berpotensi terjadinya bencana hidrometerologi.