Hujan Awet di Sukabumi, Peneliti Ungkap Dua Fenomena Langka Ini Penyebabnya
Peneliti mengungkapkan ada dua faktor penting yang memicu hujan awet di awal Maret 2023.
Peneliti mengungkapkan ada dua faktor penting yang memicu hujan awet di awal Maret 2023.
Cuaca ekstrem menjadi salah satu faktor pendukung yang diduga menjadi penyebab banyaknya kasus ISPA di Kota Sukabumi.
Saat terjadi hujan lebat umat muslim dianjurkan untuk membaca doa hujan agar berhenti dan dijauhkan dari segala marabahaya.
Saat ini baik pohon maupun tiang listrik yang roboh di ruas jalan Bagbagan-Kiaradua, Kampung Cimapag Simpenan Sukabumi sudah dievakuasi.
Hasil tangkapan berkurang akibat dampak gelombang tinggi yang berujung nelayan di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, tidak melaut.
BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat 3 rumah ambruk yang terdampak cuaca ekstrem ini yaitu milik warga di Kecamatan Gunungguruh, Kecamatan Ciambar, dan Kecamatan Nagrak.
Sekda Kabupaten Ade Suryaman menghimbau wisatawan yang berlibur tahun baru untuk tetap menjaga keselamatan karena cuaca masih ekstrem dengan potensi curah hujan tinggi
BMKG membagikan tips aman untuk berwisata yang dapat diterapkan di musim liburan ini.
Ada banyak kegiatan yang bisa kamu lakukan saat di rumah saja di peryaan tahun baru 2023 nanti, jadi jangan khawatir akan merasa bosan ya!
BMKG mengungkapkan potensi cuaca ekstrem di pulau Jawa juga menimbulkan potensi Bencana Hidrometeorologi.
Cuaca ekstrem diprediksi bakal melanda beberapa wilayah di Indonesia. Oleh karena itu, bagi Anda yang beraktivitas di luar rumah, harus tahu tips aman berkendara dengan mobil.
Banyak peneliti yang menemukan bahwa paparan cuaca ekstrem ternyata bisa berdampak buruk pada daya tahan tubuh manusia.
Melalui situs resminya, daftar daerah potensi cuaca ekstrem yang dirilis BMKG untuk periode Nataru dari 27 Desember 2022 hingga 2 Januari 2023.
Menurut RIlis BMKG tentang Potensi Cuaca Ekstrem sepekan kedepan periode 27 Desember 2022 - 2 Januari 2023, Daftar Wilayah ini Berpotensi untuk Pertumbuhan Awan Cumulonimbus.
BMKG mengungkapkan faktor penyebab cuaca ekstrem di Indonesia beberapa hari terkahir ini yang diperkirakan akan berlangusng hingga 2 Januari 2023.
Musim dingin ekstrem di Amerika Serikat beberapa hari terakhir mengakibatkan sedikitknya 30 orang tewas.
Sekitar pukul 05.00 WIB, nelayan berada di pesisir, dengan kondisi tidak sadarkan diri karena kelelahan. Pukul 05.30 WIB, ditemukan sama warga yang mau ke sawah (Tandur)
6 Anak hayut di Kabupaten Bogor sejak empat hari terakhir ditemukan dalam keadaan meninggal dunia
Prospek cuaca ekstrem Jawa Barat yang dirilis BMKG pusat tersebut berlaku hari ini (Senin, 17 Oktober 2022) sampai Minggu, 23 Oktober 2022