Kenali Ibu dari Hoodie, Anak Ungkap Teman Pria Korban Sebelum Ditemukan Tewas di Ciemas Sukabumi

Kenali Ibu dari Hoodie, Anak Ungkap Teman Pria Korban Sebelum Ditemukan Tewas di Ciemas Sukabumi

Hoodie milik Rini yang ditemukan bersama mayat perempuan di Ciemas Sukabumi (Sumber: dok tim)

SUKABUMIUPDATE.com - Misteri penemuan jasad wanita di kebun jati Kampung Margaluyu 2, RT 07/RW 05, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi pada Selasa (13/10/2026) terungkap. ​Korban adalah Rini Ali Soraya (35), Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Kampung Pasirtengah RT 06/RW 08, Desa Pasirpanjang, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

​Anak pertama korban, Rizki Permana (17), menuturkan bahwa ia sudah curiga saat menerima informasi penemuan mayat perempuan di Ciemas. Dia sudah memantau informasi tersebut sejak awal, namun berusaha memastikan kebenarannya terlebih dahulu.

​"Sebenarnya sejak tanggal 13 itu saya sudah tahu informasi ini dari sosmed. Tapi saya teliti dan cermati dulu, dari hoodie, BH, celana dalam, sampai sandal korban semuanya sama persis dengan milik mamah," terang Rizki.

Baca Juga: Kemarau di Cibitung Sukabumi: Pemuda Ini Salurkan Air Bersih Pakai Mobil Pribadi, Gratis!

​Namun Rizki belum berani lapor, karena masih tak yakin. “Saya coba cek dulu ke rumah mamah, dan ternyata pakaian sampai sandalnya memang sudah tidak ada di rumah,” bebernya kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (17/10/2026). 

Artinya, lanjut Rizki barang-barang itu memang sedang dipakai mamah saat pergi. Setelah itu, dia langsung berinisiatif melaporkan kecurigaannya kepada pemerintah desa setempat. 

“Kemudian ada informasi dari pak Kades hari Jumat 16 Oktober 2026 bilang korban itu benar adalah mamah saya," lanjutnya.

Baca Juga: 349 Bangunan di Bogor dan Sukabumi Rusak, 1 Warga Terluka: Dampak Gempa Gunung Salak

​Teman Pria Datang ke Rumah 

Rizki kemudian bercerita bahwa ibunya meninggalkan rumah pada Jumat 9 Oktober 2026 sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, Rini pamit pergi menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam-merah untuk mengantar atau menjemput penumpang (ngojek).

​"Mamah hanya memberi tahu mau pergi ngojek ngejemput ke Kampung Cikokosan dan tidak memberitahu mau ngojek siapa, masih satu desa, jaraknya sekitar 4 kilometer," ujar Rizki yang baru dua minggu kembali ke rumah usai bekerja di Solo, Jawa Tengah.

​Hingga akhir pekan, Rini tak kunjung kembali ke rumah. Merasa khawatir dengan sang ibu, Rizki menghubungi ke nomor WhatsApp Rini pada Minggu malam (11/10/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.

Baca Juga: Mengenal Dean Zandbergen, Calon Penyerang Timnas Indonesia Berdarah Depok

​Pesannya dibalas dengan informasi yang menyatakan bahwa korban sedang berada di luar kota bersama rekan prianya.

"Lewat chat wa, bilang lagi di Depok. Saat ditanya kapan pulang, katanya Kamis menunggu uang. Juga bilang sedang bersama rekannya laki-laki," kata Rizki.

​Komunikasi terakhir antara anak dan ibu tersebut terjadi pada Senin siang 12 Oktober 2026. Saat itu Rizki kembali me WA ke nomor Rini meminta uang untuk membeli token listrik. Pesan dibalas dengan bahasa Sunda: ​"Kulan kasep, sakedapnya kin ku mamah dikirim kango kwh jeng jajan" (Iya ganteng, sebentar ya nanti sama mamah dikirim buat KWH dan jajan).

Baca Juga: Klarifikasi Korban KDRT di Sukabumi: Ungkap Kronologi Disayat Suami, Berharap Pulih dan Tak Lapor Polisi

Pesan itu menjadi chat terakhir antara Rizki dan Rini. Ponsel korban mendadak tidak aktif saat dihubungi kembali oleh Rizki pada pukul 14.00 WIB dan 15.00 WIB. Pihak keluarga terus mencoba menghubungi hingga Selasa, tetapi nomor korban sudah tidak dapat dijangkau.

​Rizki juga mengungkapkan fakta bahwa pada Kamis malam 8 Oktober 2026 ibunya kedatangan tamu pria sempat berkunjung ke rumah mereka. ​"Kamis malam sekitar pukul 23.30 WIB ada tamu laki-laki, temannya mamah. Dia pulang Jumat dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Setahu saya orang Sindanghayu - Tegalbuleud, Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas," ungkapnya.

Motor Belum Ditemukan

Saat ini keluarga tengah menunggu kedatangan jenazah Rini dari Jakarta. Polres Sukabumi membawa tubuh Rini ke RS Kramat Jati Jakarta untuk proses otopsi, penyelidikan dilakukan karena ditemukan dugaan luka di tubuh perempuan tersebut. Motor yang dibawa Rini pun hingga saat ini belum ditemukan.

Berita Terkini