Gerakan Indonesia Berkiblat 1448 H Digencarkan di Ciracap, Masyarakat Diajak Verifikasi Arah Kiblat

Sukabumiupdate.com
Kamis 02 Jul 2026, 19:35 WIB
Gerakan Indonesia Berkiblat 1448 H Digencarkan di Ciracap, Masyarakat Diajak Verifikasi Arah Kiblat

Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ciracap menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sosialisasi Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 1448 H. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ciracap menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sosialisasi Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 1448 H sebagai upaya menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan pelaksanaan Rashdul Kiblat pada 15–16 Juli 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Ciracap, MUI Kecamatan Ciracap, pengawas madrasah dan Pendidikan Agama Islam (PAI), penyuluh agama, penghulu, kepala madrasah, pimpinan pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan Islam, Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI, serta berbagai unsur terkait lainnya.

Kepala KUA Kecamatan Ciracap, Sulaeman Jamal, mengatakan rakor dan sosialisasi tersebut bertujuan membangun kesamaan pemahaman mengenai pentingnya pengecekan arah kiblat sekaligus memperluas edukasi kepada masyarakat melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 1448 H.

"Melalui kegiatan ini kami ingin seluruh unsur yang hadir memiliki persepsi yang sama, kemudian bersama-sama menyampaikan edukasi kepada masyarakat agar memanfaatkan momentum Rashdul Kiblat untuk memastikan arah kiblat di rumah maupun masjid sudah sesuai," ujar Sulaeman kepada Sukabumiupdate.com, Kamis (2/7/2026).

Baca Juga: Viral Isu PHK Massal Karyawan Tokopedia, TikTok Akui Ada Restrukturisasi Divisi R&D

Menurutnya, Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 1448 H merupakan program Kementerian Agama Republik Indonesia yang menargetkan verifikasi dan kalibrasi arah kiblat secara massal di 1,448 juta titik di seluruh Indonesia. Program tersebut memanfaatkan fenomena matahari tepat berada di atas Ka'bah atau Rashdul Kiblat sebagai metode ilmiah untuk memastikan ketepatan arah salat.

Sulaeman menjelaskan, angka 1448 H merujuk pada tahun Hijriah yang menjadi momentum pelaksanaan gerakan nasional tersebut. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan verifikasi arah kiblat secara sederhana, mudah, dan akurat.

Ia menambahkan, fenomena Istiwa A'zam atau Rashdul Kiblat terjadi dua kali setiap tahun, yakni pada 27–28 Mei dan 15–16 Juli. Pada saat itu, posisi matahari tepat berada di atas Ka'bah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan menunjukkan arah kiblat secara presisi.

"Untuk wilayah Indonesia, fenomena Rashdul Kiblat pada 15–16 Juli 2026 dapat dimanfaatkan pada pukul 16.18 WIB. Ini merupakan waktu yang sangat tepat untuk mengecek kembali arah kiblat secara sederhana namun memiliki tingkat akurasi yang tinggi," jelasnya.

Sulaeman mengimbau masyarakat yang ingin melakukan pengecekan arah kiblat agar menyiapkan tongkat atau benda yang berdiri tegak lurus di atas permukaan yang benar-benar datar. Bayangan yang terbentuk tepat pada waktu Rashdul Kiblat dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat.

Baca Juga: Setelah Luka Melano dan Sandy Walsh, Kini Giliran Ragnar Oratmangoen yang Gabung Persib Bandung ?

Melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 1448 H, KUA Kecamatan Ciracap berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya ketepatan arah kiblat serta memanfaatkan fenomena alam tersebut sebagai sarana verifikasi yang mudah, ilmiah, dan dapat dilakukan secara mandiri, baik di rumah maupun di tempat ibadah.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Ciracap, Jenal Abidin, menyatakan Pemerintah Kecamatan Ciracap siap mendukung dan menyukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 1448 H.

"Insya Allah Kecamatan Ciracap siap menyukseskan kegiatan Indonesia Berkiblat. Kami akan mendukung penuh sosialisasi ini agar informasi mengenai pengecekan arah kiblat dapat diterima masyarakat hingga ke tingkat desa," ujar Jenal.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah kecamatan, KUA, lembaga pendidikan, pondok pesantren, penyuluh agama, dan seluruh elemen masyarakat dapat meningkatkan pemahaman umat Islam mengenai pentingnya memastikan arah kiblat yang tepat.

Melalui sinergi tersebut, pelaksanaan Rashdul Kiblat pada 15–16 Juli 2026 diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat Kecamatan Ciracap untuk melakukan pengecekan arah kiblat secara serentak sehingga ibadah salat dapat dilaksanakan dengan arah yang lebih akurat sesuai kaidah syariat dan metode ilmiah.

Berita Terkait
Berita Terkini