SUKABUMIUPDATE.com - Penutupan sementara akses Tol Bocimi arah Bogor dan Jakarta akibat longsor di KM 72 wilayah Ciambar menyisakan pemandangan antrean kendaraan di depan Gerbang Tol (GT) Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Rabu (6/5/2026) malam.
Sejumlah sopir memilih bertahan di lokasi demi bisa masuk ke jalur tol daripada terjebak kemacetan di jalur arteri.
Agus (42), salah seorang sopir yang ditemui di lokasi, mengaku telah memarkirkan kendaraannya sejak pukul 17.30 WIB. Hingga larut malam, ia bersama rekan-rekannya masih terkatung-katung tanpa kepastian kapan palang pintu tol akan kembali dibuka.
Agus yang berangkat dari Cisaat dengan tujuan Bogor ini mengaku sempat mendapatkan informasi yang berubah-ubah mengenai estimasi pembukaan jalur.
“Tadi saya nanya ke polisi yang jaga, infonya awal jam tujuh malam. Terus mundur lagi ke jam sembilan, tapi sampai sekarang (hampir tengah malam) belum ada info lagi,” keluhnya kepada sukabumiupdate.com.
Baca Juga: Macet di Jalan Nasional Sukabumi ke Bogor Dampak Longsor Tol Bocimi Seksi 2
Meski petugas telah mengarahkan kendaraan untuk beralih ke jalur alternatif menuju GT Cigombong, Agus enggan beranjak. Menurut pengamatannya, jalur arteri saat ini sudah mengalami kemacetan parah imbas pengalihan arus tersebut.
“Enggak ke Cigombong, soalnya macet parah. Jadi mending nunggu di sini, tapi ternyata belum buka juga sampai sekarang,” ucapnya lesu.
Kondisi ini tidak hanya menghambat waktu pengiriman barang, tetapi juga menguras stamina fisik para sopir. Agus yang saat itu mengangkut muatan plastik mengaku mulai merasa kelelahan setelah seharian berkendara.
“Sangat mengganggu, badan juga sudah capek,” tuturnya. Ia memberikan batas waktu hingga dini hari sebelum memutuskan untuk nekat menembus jalur arteri. “Kalau sampai jam satu malam belum buka, mungkin lewat Cigombong saja. Siapa tahu sudah lancar kalau makin malam.”
Di lokasi GT Parungkuda, terlihat beberapa kendaraan ekspedisi lain yang bernasib sama. Mereka hanya bisa memantau perkembangan melalui petugas di lapangan dan berharap material longsor di KM 72 segera tertangani agar mobilitas logistik kembali normal.





