SUKABUMIUPDATE.com - Melalui kegiatan Pembekalan Pemateri Majelis Ta’lim Aparatur (MTA) periode 2025–2030 yang berlangsung di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi, Jumat (27/3/2026), Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkeinginan untuk terus menguatkan fondasi religius di lingkungan birokrasi.
Sebanyak 135 asatid dan asatidah mengikuti pembekalan ini sebagai persiapan untuk mengisi pengajian rutin di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Program tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat nilai-nilai spiritual Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus mendukung terwujudnya visi Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah.
Kegiatan itu dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa keberadaan para pemateri MTA memiliki peran penting dalam menyelaraskan nilai keagamaan dengan arah pembangunan daerah.
Baca Juga: Lima Mobil Damkar Berjibaku Padamkan Si Jago Merah, 4 Rumah di Warnasari Sukabumi Hangus
“Hari ini kita mengadakan pembekalan untuk para ustadz pelaksana MTA. Ada yang sudah lama, ada juga yang baru. Oleh karena itu, agar dalam pelaksanaannya seragam dalam rangka mewujudkan visi-misi Pak Bupati, maka standar kompetensinya harus ditingkatkan,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Jumat (27/3/2026).
Menurut Ade, keberagaman latar belakang dan karakter dakwah para pemateri merupakan hal yang wajar. Namun, tantangan di lapangan terletak pada kondisi masing-masing perangkat daerah yang memiliki tingkat partisipasi ASN yang berbeda-beda dalam kegiatan pengajian.
“Saya yakin dan percaya setiap ustadz memiliki kompetensinya masing-masing. Tetapi kondisi perangkat daerah kan beda-beda; ada yang taat dan hadir penuh setiap pengajian, ada yang karena kesibukannya hanya hadir sebagian. Dengan pembekalan materi ini, saya berharap di setiap perangkat daerah visi Pak Bupati, yaitu Mubarakah, benar-benar bisa terwujud,” tambahnya.
Baca Juga: Loker Staff/Crew di Gerai Es Krim Minimal SMA/SMK Sederajat, Penempatan di Pakuwon Sukabumi
Ia berharap, melalui penguatan materi ini, nilai-nilai spiritual tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu membentuk etos kerja ASN yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik.
Sementara itu, Dewan Pembina MTA Kabupaten Sukabumi, H. Ujang Hamdun, menjelaskan bahwa para pemateri akan disebar ke berbagai dinas dengan sistem penjadwalan. Setiap instansi akan diisi oleh lima ustadz yang bergiliran memberikan materi pengajian.
“Dalam satu minggu, diagendakan empat kali pengajian dengan ustadz yang berbeda-beda di tiap instansi. Hari ini ada 135 orang yang hadir untuk mengikuti pembekalan tersebut,” jelasnya.
Baca Juga: Miris! Pasien di Sukabumi Diangkut Perahu karena Jalan Tak Layak Dilalui Ambulans
Ia menuturkan, program MTA tidak hanya berfokus pada penguatan keilmuan agama seperti akidah, fikih, dan tasawuf, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter ASN yang berintegritas dan memiliki kesadaran spiritual dalam menjalankan tugasnya.
“Rohaninya diisi agar para ASN ini selalu ingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ini adalah bentuk dukungan nyata dalam bidang keagamaan guna mewujudkan Sukabumi Mubarakah,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa penguatan spiritual melalui MTA juga menjadi bagian dari langkah preventif dalam menekan perilaku menyimpang di lingkungan birokrasi, termasuk tindak pidana korupsi.
“Materi disesuaikan dengan kebutuhan, di antaranya mendorong peningkatan kinerja ASN, penguatan amar ma’ruf nahi munkar, serta meningkatkan kesalehan sosial. Hal ini tentu menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap perilaku korupsi dan hal negatif lainnya,” pungkasnya.





