Rumah Ambruk, Satu Keluarga di Tegalbuleud Terpaksa Mengungsi

Sukabumiupdate.com
Kamis 26 Mar 2026, 22:16 WIB
Rumah Ambruk, Satu Keluarga di Tegalbuleud Terpaksa Mengungsi

Kondisi rumah permanen milik Saepuloh warga Kampung Ciloa Desa Calingcing, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi Foto : Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com- Sebuah rumah permanen berukuran 6 x 12 meter milik warga Kampung Ciloa RT 006/002, Kedusunan Cikaret, Desa Calingcing, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan ambruk sejak tiga bulan lalu dan hingga kini belum mendapatkan perbaikan.

Pemilik rumah, Saepuloh (46 tahun ), seorang buruh serabutan, menempati rumah yang merupakan peninggalan orang tuanya itu bersama istrinya, Jejeh, serta dua anak laki-lakinya. Namun, kondisi bangunan kini sudah tidak layak huni.

“Bagian dapur sudah ambruk, kayu penyangga atap patah, jadi kalau hujan pasti bocor,” ujar salah seorang warga setempat yang mengetahui kondisi tersebut kepada sukabumiupdate.com, Kamis (26/3/2026).

Menurut warga, kondisi rumah sebenarnya sudah lama mengalami kerusakan. Bahkan sebelum ambruk, bangunan tersebut sudah jarang ditempati karena materialnya yang lapuk dan membahayakan.

Baca Juga: Api Sulit Padam, Damkar Pakai Cara Tak Biasa Tangani Truk LPG Terbakar di Palabuhanratu

Keterbatasan ekonomi menjadi kendala utama bagi keluarga Saepuloh untuk memperbaiki rumah tersebut. Sehari-hari, ia hanya bekerja sebagai kuli serabutan dengan penghasilan tidak menentu.

Saat ini, Saepuloh beserta keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang masih berada di Desa Calingcing, meski berbeda kampung.

Sekretaris Desa Calingcing, Ramdan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa pemerintah desa telah melaporkan kondisi rumah warga itu ke dinas terkait.

“Laporan sudah kami kirimkan pada 12 Januari 2026 ke Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Sukabumi,” jelas Ramdan.

Ia menambahkan, pemerintah desa juga telah mengajukan bantuan perbaikan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) ke Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) untuk tahun ini.

“Semoga Pemerintah Daerah Sukabumi bisa memberikan tambahan kuota program Rutilahu untuk desa kami, agar warga yang membutuhkan bisa segera terbantu,” harapnya.

Berita Terkait
Berita Terkini