Lutung Kota Muncul Lagi! Cerita Panik Ibu-ibu di Pemandian Umum Cibatu Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Jumat 30 Jan 2026, 15:23 WIB
Lutung Kota Muncul Lagi! Cerita Panik Ibu-ibu di Pemandian Umum Cibatu Sukabumi

Aksi Lutung Kota di Cibatu Cisaat Kabupaten Sukabumi (Sumber: warga)

SUKABUMIUPDATE.com - Lutung Jawa alias Trachypithecus auratus kembali muncul di kawasan perkotaan, Kamis 29 Januari 2029. Ini adalah kemunculan kesekian kali satwa dilindungi ini di kawasan pemukiman padat penduduk, di wilayah Cisaat dan sekitarnya hingga dijuluki Sang Lutung Kota.

Kamis siang, perhatian warga yang berada di sekitar jalan Siliwangi Desa Cibatu RT 06 Rw 02 Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi tersedot dengan kemunculan lutung. Satwa endemik ini lincah bergerak dari atap rumah warga ke atap lainnya, loncat bahkan seperti terbang jarak pendek.

Kejadian tersebut pertama kali diketahui warga yang tengah beraktivitas di pemandian umum. Suasana yang awalnya biasa, berubah riuh setelah ibu-ibu berteriak saat lutung tersebut mendekat.

Baca Juga: Disambut Haru, Lanti TKW Sukabumi Pulang Lemas dan Jalani Perawatan di RSUD Bunut

Sigit (40 tahun), warga setempat, mengatakan teriakan spontan memancing perhatian banyak orang. “Sekitaran jam 1 siang ramai ibu-ibu berteriak ada binatang yang ternyata lutung,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Jumat (30/1/2026).

Sulit menangkap, warga kemudian mengikuti perjalanan lutung kota tersebut. “Lutung tersebut kemungkinan lapar lagi cari makan karena rumah itu lagi kosong dan ada sampah di luar. Tapi nggak lama, ada yang lihat lalu lutungnya kabur. Sampai detik ini masih belum tertangkap,” kata Sigit.

Warga Cisaat menilai kemunculan lutung bukan peristiwa baru. Menurut mereka, kejadian serupa kerap muncul saat musim hujan tiba. “Dugaan dari kita warga Cisaat, itu dari Situ Gunung. Terakhir infonya ada di daerah Cibolang Kidul, Desa Cibatu,” tambahnya.

Baca Juga: Kurma dan Keringan untuk yang Puasa, MBG Tetap Jalan Selama Ramadan 2026

Tanggapan Situ Gunung

Kepala Resort Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Asep Suganda, merespons laporan warga dengan menyatakan masih kecil kemungkinan lutung tersebut keluar sendiri dari habitat alaminya di kawasan hutan.

“Bisa jadi itu ada yang bawa (peliharaan), atau dari lokasi lain ditangkap, dipelihara, kemudian lepas,” ujar Asep.

Ia menjelaskan, kondisi ekosistem di kawasan Situ Gunung saat ini masih sangat mendukung kehidupan satwa liar, termasuk lutung. Ketersediaan pakan di dalam hutan dinilai mencukupi sehingga perilaku keluar habitat untuk mencari makan jarang terjadi. “Di Situ Gunung ketersediaan makanan banyak di alam dan hewan-hewan ini belum begitu terhabituasi (terbiasa dengan manusia), jadi kecil kemungkinan mereka invasi keluar hanya untuk mencari makan,” jelasnya

Baca Juga: Rumah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Era Jokowi Digeledah Kejaksaan

Asep menegaskan lutung termasuk satwa yang dilindungi dan tidak boleh ditangkap maupun dipelihara. Ia meminta masyarakat agar tidak tergoda mendekati apalagi mengamankan hewan tersebut secara mandiri.

“Kami mengimbau warga tidak menangkap untuk dipelihara karena itu hanya akan menyulitkan diri sendiri. Biarkan tetap di alam. Sering kali kasusnya adalah orang iseng atau tertarik memelihara, lalu dilepaskan begitu saja saat sudah kewalahan,” tegasnya.

Karena lokasi kemunculan berada di luar kawasan kewenangan langsung TNGGP, pihak Resort Situ Gunung menyatakan akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) guna menentukan langkah penanganan dan evakuasi yang tepat.

 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini