SUKABUMIUPDATE.com - Zat yang dihasilkan kotoran telinga biasanya berupa zat lilin, yang berfungsi melindungi telinga dari zat asing yang dapat menyebabkan infeksi atau dari serangga yang dapat masuk ke dalam telinga.
Kotoran telinga secara alami bisa keluar dengan sendirinya karena gerakan rahang seperti, saat mengunyah dan berbicara.
Ketika kotoran serumen menumpuk, kotoran tersebut dengan sendirinya akan terdorong ke arah telinga luar.
Mengutip healthline, kotoran telinga bisa menandakan kondisi kesehatan seseorang. Namun, hal tersebut sebaiknya di cek oleh dokter spesialis THT (telinga, hidung, tenggorokan).
Mengorek saluran telinga dengan cotton bud atau korek kuping terlalu sering dapat beresiko membuat kotoran berada semakin dalam, bahkan bisa menimbulkan infeksi.
Ilustrasi Warna Kotoran Telinga - (iStockphoto)</spanJadi sebaiknya untuk mengetahui kondisi tersebut, akan lebih aman jika diperiksa oleh dokter.
Dikutip Lybrate, ada lima jenis warna kotoran telinga yang bisa menunjukan kondisi kesehatan seseorang. Simak berikut ini.
Daftar Isi
1. Kuning ke abu-abuan dan kering
Kotoran telinga yang berwarna abu-abu, umumnya menandakan adanya kotoran dan debu yang menumpuk dalam telinga. Karena itu perlu dibersihkan secara berkala.
Seperti setelah beraktivitas seharian, kemudian mandi. Sehabis mandi itulah telinga bisa dibersihkan dengan handuk, di usap perlahan di bagian daun telinga hingga pertengahan saluran telinga.
Hal itu dapat membantu membersihkan telinga dari debu dan kotoran yang menempel. Adapun kotoran telinga yang kering dan rapuh, itu bisa jadi menandakan terjadinya infeksi kulit.
Perbedaan warna kotoran juga dipengaruhi oleh etnis. Orang keturunan Kaukasia dan campuran Afrika-Amerika cenderung memiliki kotoran telinga yang lebih gelap dan lengket.
Sedangkan orang Amerika asli, dan keturunan Asia Timur cenderung memiliki kotoran telinga yang lebih tipis dan kering.
Namun, apabila warna kuning abu itu diikuti dengan gejala kulit yang cepat mengelupas, dan rasa gatal serta muncul ruam kemerahan.
Bisa jadi jadi kondisi tersebut menandakan seseorang memiliki penyakit eksim, atau psoriasis. Biasanya kemunculan ini berada di kulit area lain, tidak hanya pada sekitar telinga.
2. Kuning
Warna kuning pada kotoran telinga biasanya menunjukkan kondisi yang baik pada kesehatan telinga. Selama tidak terlalu berair, dan keluar dari saluran telinga anda.
Pada umumnya anak-anak memiliki kotoran telinga berwarna kuning yang bertekstur lembut.
Sedangkan pada orang dewasa, warna yang sama namun memiliki tekstur kotoran telinga yang lebih lengket.
Pada orang dewasa kondisi tersebut berkaitan dengan rutinitas sehari-hari, seperti sering terpapar polusi udara atau lebih banyak di dalam ruangan.
Meskipun warna kuning pada serumen menunjukan kondisi yang baik pada telinga, namun jika serumen ini jumlahnya lebih banyak dan cenderung cair hingga menetes dari telinga.
Kondisi ini juga perlu diwaspadai, apalagi jika diikuti dengan gejala lain seperti berdenyut sakit. Sebaiknya segera periksakan ke dokter.
3. Putih
Kotoran telinga yang berwarna putih merupakan salah satu tanda yang menunjukkan bahwa tubuh kekurangan vitamin dan nutrisi, khususnya zat besi.
Jika hal ini terjadi, anda bisa memperbanyak mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi zat besi. Seperti kacang-kacangan dan sayuran hijau.
Atau bisa ditambah dengan suplemen vitamin, untuk yang satu ini akan lebih baik jika konsultasi terlebih dahulu dengan ahli profesional. Baik itu dokter spesialis maupun ahli gizi.
4. Coklat gelap hingga kehitaman
Kondisi stres juga dapat mempengaruhi produksi kotoran telinga. Orang dengan tingkat stres tinggi, akan menghasilkan kotoran telinga lebih banyak dan berwarna gelap atau hitam.
Warna tersebut berasal dari kotoran dan sel kulit mati dalam telinga, yang terperangkap. Sehingga menumpuk, dan memiliki warna cenderung gelap serta tekstur lebih padat.
Hal itu disebabkan oleh kelenjar kulit, khususnya di area telinga yang dipengaruhi hormon stres sehingga memproduksi kotoran telinga lebih banyak.
Kotoran telinga berwarna gelap cenderung hitam, biasanya terjadi pada orang dewasa dengan usia lebih tua. Dan pada orang yang jarang membersihkan telinga berkala, sehingga tersumbat.
Meskipun normal, namun warna kotoran yang yang gelap atau hitam, dapat menimbulkan rasa gatal. Yang bisa juga menjadi tanda terjadi infeksi jamur.
5. Berdarah
Jika anda menemukan darah dalam kotoran telinga, hal ini tidak boleh diabaikan. Karena bisa jadi merupakan pertanda telinga mengalami infeksi yang cukup berat.
Kondisi telinga yang satu ini, biasanya akan mengeluarkan bau tidak sedap. Apalagi jika keadaan tersebut muncul setelah Anda korek kuping, segeralah periksakan kondisi tersebut ke rumah sakit.
Lalu bagaimana cara membersihkan telinga, tanpa menimbulkan efek yang dapat meningkatkan resiko infeksi telinga?
Diantaranya dengan cara memberikan obat tetes telinga. Sehingga kotoran telinga akan lebih lunak, dan mudah keluar dengan sendirinya.
Jika obat tetes telinga tidak berhasil, segeralah periksakan dengan dokter THT.
Writer: Fira Alfi Syahrin
