SUKABUMIUPDATE.com - Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar menegaskan LGBT merupakan bahaya yang semakin mengancam. Maka dari itu, perlu adanya langkah supaya LGBT tidak semakin meluas.
"Bayangkan ancaman buat generasi yang akan datang, generasi zaman now. LGBT sudah ramai di kalangan kita. Kemarin di Cianjur digerebeg. Kemudian seks bebas, HIV Aids menyebar dimana-mana," ujar pria yang akrab disapa Demiz, dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW, di Ponpes Al-Fatah, Kampung Pasirbentik, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Minggu (21/1/2018).
BACA JUGA:Â Bahaya LGBT Bakal Disosialisasikan ke Sekolah dan Perusahaan di Cicurug Sukabumi
Demiz mengungkapkan, salah satu upaya yang dapat menangkal meluasnya hal-hal tersebut adalah pondok pesantren.
"Mudah-mudahan ponpes ini bisa melahirkan manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Serta melahirkan manusia yang beriman dan bertaqwa jadi IPTEK dan iman ketaqwaan (Imtaq) jadi Pendidikan yang berbasis Pondok Pesantren ini sangat diperlukan," jelasnya.
Menurut dia, perkembangan teknologi membawa derasnya beragam informasi. Saat ini dengan handphone segalanya bisa diakses dan yang menggunakan semua umur, termasuk anak-anak.
BACA JUGA:Â Forum Pemuda Cicurug Sukabumi Tolak Keras LGBT
Demiz mengungkapan, untuk melindungi anak-anak dari situs berbahaya, hanya iman dan ketaqwaan.
"Terimakasih atas kontribusinya ponpes Al- Fatah. Barangkali pendidikan SMA berbasis Pondok Pesantren bisa melengkapi anak didik kita dalam pengetahuan teknologi serta iman dan taqwa," ujar Demiz.
Dalam kegiatan ini, Demiz ditemani Dedi Mulyadi. Keduanya merupakan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang bakal pentas dalam Pilkada serentak 2018.
