Gabah Langka, Usaha Penggilingan di Kebonpedes Sukabumi Ikut Merugi

Sukabumiupdate.com
Sabtu 24 Feb 2018, 16:47 WIB
Gabah Langka, Usaha Penggilingan di Kebonpedes Sukabumi Ikut Merugi

SUKABUMIUPDATE.com - Pemilik usaha penggilingan padi milik Atin (68 tahun) yang berada di Kampung Babakan Pamoyanan Desa Kebonpedes Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi, beberapa hari ini belum beroperasi.

Menurutnya penyebabnya yaitu kelangkaan gabah padi yang diakibatkan gagalnya panen disejumlah daerah di kabupaten Sukabumi. Ditambah tingginya intensitas curah hujan mengakibatkan hasil panen Petani pun menurun hingga 50 persen.

BACA JUGA: Petani Surade Kabupaten Sukabumi Ogah Jual Gabah ke Bulog

"Kelangkaan ini sudah terjadi semenjak bulan Desember 2017 hingga sekarang," ujar Atin.

Sementara harga Gabah kering mengalami lonjakan harga, yang awalnya Rp 4 ribu per Kilogram sekarang menjadi Rp 6 ribu per Kilogramnya.

"Memang petani untuk saat ini diuntungkan dengan harga segitu. Namun hasil panen petani menurun. Biasanya dalam satu hektar sawah padi yang ditanam panen bisa menghasilkaan gabah kering sebanyak 8 ton. Namun karena faktor cuaca buruk petani hanya bisa memetik hasil 4 ton saja," ujarnya.

BACA JUGA: Harga Gabah Kering Panen di Kabupaten Sukabuni Turun

Dirinya pun tidak bisa berbuat banyak. Upaya pun tetap dilakukan dengan cara mencari, keliling daerah lain guna mendapatkan gabah kering tersebut. Namun kelangkaan gabah di daerah lain pun hampir mengalami keadaan yang sama. Sementara penggilingan beras miliknya, biasa memproduksi 10 ton perhari. Sementara di dua bulan ini hanya bisa memproduksi bisa lima hingga 10 kuintal saja.

Ia pun berharap dibulan Februari ini banyak petani yang Panen.

Berita Terkini