SUKABUMIUPDATE.com – Saat musim barat tiba, para nelayan di Pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, beralih profesi jadi tukang rajut.
Empat bulan dalam setahun, dimulai dari bulan September, sampai dengan Desember, musim yang tidak dinantikan oleh para nelayan, yaitu musim barat.
BACA JUGA: Cuaca Buruk, Nelayan di Ciracap dan Surade Kabupaten Sukabumi Libur Melaut
Ketika musim barat tiba, para nelayan pun tidak berani melaut, salah satu alasannya karena melihat kondisi laut yang tidak bersahabat dengannya. Untuk menutupi kebutuhan sehari-hariannya, mereka pun terpakasa harus beralih profesi.
“Saat musim barat datang, ya begini kerjaan kita. Kuli rajut jaring, benerin jaring yang putus,†ujar Herman, nelayan asal Kampung Gumelar, Palabuhanratu, kepada sukabumiupdate.com, Kamis (7/12/2017).

Senada disampaikan Jono, nelayan lainnya asal Kampung Mariuk, Kecamatan Simpenan. Melihat kondisi cuaca seperti sekarang, kata dirinya sepertinya musim barat ini akan lebih panjang dari tahun sebelumnya.
“Saya berharap, musim barat ini sampai bulan Desember. Tapi melihat kondisi cuacanya ini kemungkinan bisa sampai lebih,†imbuhnya dalam kesempatan sama.
BACA JUGA:Â Basarnas Pos SAR Sukabumi Ingatkan Masyarakat dan Nelayan
Kemampuan lainnya yang bisa dikerjakan pun kata Jono, selain melaut, hanya merajut jaring untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
“Ya, kita mah Alhamdullah. Segini juga lagi musim paceklik mah. Upah Rp50 ribu juga kita ambil, buat orang di rumah,†ucap Jono, dengan senyum hambarnya.
