SUKABUMIUPDATE.com - Kendati bencana kekeringan terus terjadi di mana-mana diakibatkan musim kemarau berkepanjangan, namun pihak BPBD Kabupaten Sukabumi menyatakan, kondisi (Kekeringan) yang menimpa sejumlah desa itu belum masuk tahap darurat.
Pernyataan itu, diungkapkan Koordinator Pusdal Ops PB BPBD Kabupaten Sukabumi, Yana Rusyana.
BACA JUGA:Â Kemarau, BPBD Kabupaten Sukabumi Pasok Air Bersih ke Kecamatan Simpenan
“Kalau dibilang tahap darurat, sejauh ini belum termasuk. Karena, secara alami saja masih ada turun hujan, namun tetap kita juga sudah meng SK kan, mengenai masa tanggap darurat,†ujar Yana, kepada sukabumiupdate.com, Kamis (21/9/2017).
Menurutnya, sekarang kebanyakan lokasi yang kesulitan air bersih merupakan kecamatan yang baru, dan lokasinya cenderung wilayah kering.
“Karena kondisi lokasi yang dulu, sama yang sekarang, kan berbeda. Karena yang dulu terkena kesulitan air, ada yang sudah tertanggulangi di masa lalu," tuturnya.
BACA JUGA:Â Kekeringan, Masyarakat Pajampangan Kabupaten Sukabumi Manfaatkan Sungai Ciletuh
Kini, lanjut Yana, ada sekitar 33 desa, yang tersebar di 28 kecamatan, yang mulai kesulitan mendapatkan air, karena beberapa sumur dan mata air yang biasanya digunakan sebagai sumber air oleh warga, sudah mulai mengering.
BPBD sendiri sambung dirinya, hingga sekarang terus berupaya melakukan dropping air bersih kepada warga yang membutuhkan suplai air bersih.
“Selain upaya BPBD Kabupaten Sukabumi melakukan dropping air bersih, juga mencari sumber lain yang masih memancarkan sumber air, serta upaya mengajukan pipanisasi," bebernya.
BACA JUGA:Â Delapan Kecamatan Kesulitan Air Bersih, Pemkab Sukabumi Akan Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan
Untuk lebih jelasnya, upaya yang dilakukan BPBD Kabupaten Sukabumi, kata Yana, bagi warga yang mengajukan pipanisasi seperti itu, pihaknya melakukan survey terlebih dahulu ke titik sumber mata air yang diajukan, dan BPBD membantu dengan pengadaan pipanisasi, serta menyiapkan Toren, juga selang.
"Saat ini, jumlah warga yang terdampak kesulitan air bersih, ada 19.060 kepala keluarga (KK) dengan 58.030 jiwa. Itu semua di droping air bersih, tapi ada yang mengajukan pipanisasi," terangnya.