SUKABUMIUPDATE.com – Kini, masyarakat di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kesulitan air bersih.
Informasii dihimpun, sejak Juli 2017, satu persatu perkampungan hingga mencapai sekitar 33 kampung di Kecamatan Bantargadung, mengalami kekeringan.
“Secara bertahap, dari bulan Juli lalu, mengalami kesulitan air bersih. Mudah-mudahan musim kemarau tidak panjang, dan tidak sulit air lagi," harap Camat Bantargadung, Munawar, kepada sukabumupdate.com, Senin (18/9/2017).
BACA JUGA:Â Kekeringan, Masyarakat Pajampangan Kabupaten Sukabumi Manfaatkan Sungai Ciletuh
Seringnya Kecamatan Bantargadung mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih, dari tahun ke tahun, kata Munawar, bukan tidak ada upaya dari pihaknya, maupun Pemerintah Daerah (Pemda).
Pasalnya, kultur tanah yang memang sulit air, membuat sumur artesis pun tidak bisa menghasilkan air. "Kita sering membuat sumur bor, pada kedalaman mencapai 65 meter, di setiap desa, dengan menggunakan ADD (Anggaran Dana Desa). Namun airnya tidak maksimal," ujarnya.
BACA JUGA:Â Tiga Jerigen Rp10 ribu, Masyarakat di Dua Desa Kabupaten Sukabumi Krisis Air Bersih
Bahkan, sambung dirinya, dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) datang untuk memberikan bantuan pembuatan sumur yang berkedalaman 100 meter lebih, tetapi hingga kini belum terlaksana, setelah dilakukan survei beberapa pekan lalu, dan masih menunggu sampai sekarang.
“Kita ini sedang menunggu tindak lanjut dari Kemenetrian (PU) untuk pembuatan sumur yang agak dalam. Kemarin pun sudah di analisis, dan mudah-mudahan cepat dibuatkan, serta airnya ada," kata Munawar.
BACA JUGA:Â Sumur Kering, Warga Cibenda Kabupaten Sukabumi Manfaatkan Air Sungai
Untuk sementara memenuhi kebutuhan sehari-hari, kata Munawar, masyarakat mendapatkannya dari beberapa lokasi yang masih ada airnya, dengan diangkut menggunakan jerigen.
"Yang sifatnya urgensi, serta antisipasi, kita sudah menyalurkan bantuan air bersih dengan dibantu BPBD,†tandasnya.