SUKABUMIUPDATE.com – Ternyata, bukan saja warga yang tinggal di sekitar bantaran rel Kereta Api (KA) diresahkan seputar rencana pembangunan double track (Jalur ganda) Bogor-Sukabumi. Namun, para siswa SD Negeri 12 Cibadak, tepatnya di Kampung Pintu RT 03/09, Kelurahan, Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pun mengalami hal serupa.
Menyusul adanya wacana bakal dibangunnya jalur ganda rel KA Bogor-Sukabumi yang digulirkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini untuk menunjang sekaligus meningkatkan sarana transportasi.
BACA JUGA:Â Soal Surat Edaran Rencana Penambahan Trek KA Bogor-Sukabumi, Muspika Cicurug Bantah Terima
Sejumlah siswa pun mengaku tak keberatan bila nantinya bangunan sekolah di mana selama ini berada di sekitar bantaran rel KA tersebut harus dibongkar, karana adanya pelebaran, namun mesti disiapkan penggantinya terlebih dahulu, agar aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) mereka bisa tetap berjalan.
“Kalau bagi saya, tidak apa-apa. Tapi harus ada pengorbanan dulu sebelum dibongkar, sekolah ini harus ada penggantinya,†ujar Akmal Ramadhan Saputra, siswa yang kini duduk di bangku Kelas Lima SD Negeri 12 Cibadak, kepada sukabumiupdate.com saat disambangi, Sabtu (16/9/2017).
BACA JUGA:Â Terancam Digusur, Masyarakat Pinggir Rel KA Cicurug Kabupaten Sukabumi Resah
Kalau pihak pemerintah mau mempergunakan tanah atau lahan yang selama ini dipakai sekolah, kata Akmal, silahkan saja karena memang disadari masih merupakan milik negara. “Tapi kami pun sebagai anak bangsa, harus mengenyam pendidikan, menuntut ilmu,†tandasnya.
Senada dengan Amat (65 tahun), warga Kelurahan Cibadak. Ia pun menyadari ketika pihak pemerintah akan mempergunakan tanah tersebut tak bisa berbuat banyak.
BACA JUGA:Â Hore, Tak Lama Lagi Jalur KA Bogor-Sukabumi Dibangun Dua Jalur
“Ya, ketika pemerintah memerlukan tanah tersebut kami pun harus bagaimana lagi? Memang selama ini kami tinggal di tanah PJKA. Yang penting sebelum ada kegiatan pembongkaran dari pihah PJKA, harus ada sosialisasi terlebih dulu terutama kepada warga yang tinggal di sekitar kawasan rel KA,†singkatnya dengan nada pasrah.
Dilansir sebelumnya, pihak PT KAI (Persero) sudah mulai melakukan mapping/pendataan di lokasi rencana pelabaran jalur rel KA, di antaranya seperti melayangkan surat pemberitahuan kepada RT setempat, dan melakukan pengukuran.
