SUKABUMIUPDATE.com – Masyarakat di Kelurahan Cicurug, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini mulai resah. Menyusul rencana pemerintah membangun rel Kereta Api (KA) lajur Bogor-Sukabumi menjadi dua jalur.
Informasi dihimpun, kini di lapangan pun sudah mulai dilakukan pengukuran, di antaranya di Kampung Lembak Jaya RT03/07, Kelurahan Cicurug, Kecamatan Cicurug.
Ketua RT 03, Edi Sumaedi memastikan ada sekitar 24 Kepala Keluarga (KK) di kampungnya yang bakal terkena pelebaran untuk penambahan dua trek (Jalur KA) tersebut.
“Setelah saya memerima surat pemberitahuan pelaksanaan Mapping/Pendataan Aset PT KAI (Persero), Nomor, KA.203/lX/8/DO.1-2017. Sifat terbatas, dari Daop l Jakarta, Rabu (13/9/2017) yang disampaikan oleh lima orang petugas PT KAI, dan saat itu juga langsung melakukan pendataan serta pengukuran batas lahan yang ditempati oleh masyarakat,†bebernya, kepada sukabumiupdate.com, Kamis (14/9/2017).
BACA JUGA:Â Hore, Tak Lama Lagi Jalur KA Bogor-Sukabumi Dibangun Dua Jalur
Kini, kata Edi, warganya mulai gelisah usai mengetahui hal itu. “Setelah pengukuran kemarin, warga kami sudah pada resah, ketika lima petugas pengukur batas jalan milik PT KAI yang dimulai Hari Rabu (13/9/2017), serta mendata dan memberi tanda arah panah warna biru,†ujarnya.
Ia pun mempertanyakan sekaligus merasa heran dengan adanya surat pemberitahuan tersebut.
“Tapi kok surat edaran yang saya terima, hanya ke saya saja. Sementara, warga saya tak menerima surat seperti ini, dan petugas yang datang tidak menyampaikan, apakah saya harus memberitahu warga, atau bagaimana? Karena, setelah petugas selesai melakukan pengukuran, warga menanyakan ke saya, dan saya tak bisa jawab apa-apa,†sampai RT Edi (Sapaan sehari-hari), sambil menunjuk ke tanda panah yang berada di tembok rumahnya.
BACA JUGA:Â Jalur KA Sukabumi-Bogor Bakal Double Track, Jurusan Bandung Tahun Depan Jalan
Kendati begitu, pihaknya pun menyadari, kalau lahan yang digunakan atau ditempati mereka tersebut merupakan tanah milik PT KAI.
“Namun kami berharap, apabila benar akan ada penggusuran terhadap kami, mudah-mudahan ada kebijaksanaan untuk penggantian bangunan. Karena kami sudah sekitar 20 tahun silam di sini,†ungkapnya dengan nada gelisah.
Menurut informasi dari petugas ukur, kata RT Edi, bahwa rencananya, pada 03 Maret 2018 bakal dimulai pelaksanaannya.
“Namun tidak jelas, apakah baru pengukuran atau bagaimana? Yang pasti, kita belum mengetahui lebih jelas. Yang kita tahu, hanya sebelas meter kanan kiri dari as rel yang sudah di ukur,†imbuhnya.