SUKABUMIUPDATE.com - Mediasi antara PT Siam Cement Group (SCG) dengan PT Nawakara Perkasa Nusantara (NPN) soal penghapusan outsourcing dan kesejahteraan, di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, tidak membuahkan hasil.
Dalam mediasi yang berlangsung sekitar dua jam itu, Direktur PT SCG, D. N. Y. Adhisthia mengaku baru mengetahui persoalan yang dihadapi buruh hari ini.
“Kamia akan tindaklanjuti yang urgent terlebih dahulu. Pertama pemotongan BPJS, dan besok akan kami minta diselesaikan oleh kepada Private Guar (PT Dua Rajabalohan), untuk bertanggung jawab," katanya.
BACA JUGA:Â Ratusan Buruh Geruduk Disnakertrans Kabupaten Sukabumi
Soal BPJS, imbuh Adhisthia, tergantung pekerja dalam mediasi yang rencana dilanjutkan Kamis (27/7). "Mau diteruskan BPJS atau dengan ganti rugi uang,"ucapnya. tergantung pekerja sendiri yang akan ketemu besok. "Mau diteruskan BPJS atau dengan ganti rugi uang," ucapnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Federasi Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan, Pertanian dan Perkebunan Sarikat Buruh Seluruh Indonesia (F HUTANI SBSI) Nendar Supriatna mengatakan sebelumnya telah melayangkan surat kepada manajemen PT SCG yang berisi persoalan yang tengah dihadapi oleh buruh.
"Pernyataan itu sangat kami sayangkan. Jika perusahaan beritikad baik, seharusnya melihat struktur skala upah,†katanya.
BACA JUGA:Â SPDAG Cicurug Kabupaten Sukabumi: Outsourcing Adalah Penindasan
Ditambahkan selain persoalan outsourcing dan pengurangan upah, persoalan lainnya, buruh tidak mengantongi kartu BPJS. Padahal BPJS itu selalu dibayar melalui potongan gaji. Dan sertifikat pendidikan dan pelatihan juga tidak ada. â€Soal penurunan upah, perusahaan berdalih ada perubahan shift,†ujarnya.
Ia mengatakan akan mengadakan rapat untuk membahas pernyataan dan jawaban pihak PT SCG. “Dan jika diperlukan, kami akan datang ke PT SCG,†katanya.
Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ade Mulyadi menyatakan Disnakertrans saat ini posisinya hanya memfasilitasi dan memberikan masukan kepada PT SCG. “Mereka berjanji akan membicarakan secara khusus. Harapannya kedepan ada perbaikan,†kata  Ade singkat.