Warga Pasirdatar Indah Kabupaten Sukabumi: Masyarakat Siap Bayar Pajak Tiga Kali Lipat

[object Object]
Rabu 19 Jul 2017, 17:29 WIB
Warga Pasirdatar Indah Kabupaten Sukabumi: Masyarakat Siap Bayar Pajak Tiga Kali Lipat

SUKABUMIUPDATE.com – Demi mewujudkan Desa Mandiri, warga Pasirdatar Indah, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Sukabumi menyatakan siap membayar pajak tiga kali lipat. Asal lahan di wilayah itu dikelola masyarakat, bukan oleh investor.

Tokoh masyarakat Pasirdatar Indah, Eman (61 tahun) kepada sukabumiupdate.com Rabu (19/7/2017) mengatakan apabila pemerintah mempertahankan kehadiran perusahaan di wilayah itu dengan alasan pajak, maka petani siap menyumbang ke negara tiga kali lipat dari yang dibayarkan perusahaan

BACA JUGA: Kuasa Hukum Para Petani Pasirdatar Kabupaten Sukabumi Masalahkan Fakta Hukum dalam Sidang

"Kesepakatan Tokoh masyarakat ingin menjadikan Pasirdatar Indah sebagai Desa Mandiri tanpa membebankan pemerintah yang lebih atas," ungkapnya.

Eman menambahkan di Desa Pasirdatar indah tidak ada masyarakat yang menganggur. Semua masyarakat memiliki aktivitas berkebun atau bertani. “Untuk mencari pekerja, warga di Pasirdatar mencari dari luar desa tetangga,” katanya.

BACA JUGA: PT. SNN: Tidak Benar Perusahaan Mengusir Petani Penggarap di Pasirdatar Indah Kabupaten Sukabumi

Jajang Nurzaman (75 tahun) menambahkan rakyat sebagai bagian dari unsur negara, mengharapkan pemerintah menata kembali tanah untuk kesejahteraan rakyat. Apalagi, sebut dia, Pasirdatar Indah  memiliki potensi pertanian yang cukup bagus.

Sumber Daya Alam yang dimiliki, sambung dia,  bisa mendorong Desa Pasir Datar Indah dan Desa Sukamulya menjadi Desa mandiri, sesuai dengan rencana awal pemekaran Desa Pasir Datar Indah dari Desa Sukamulya pada Tahun 2007.

BACA JUGA: Soal Putusan Penyerobotan Lahan, Petani Pasirdatar Indah Kabupaten Sukabumi Ajukan Banding

“Itu sudah dicontohkan dengan membangun Kantor Desa secara mandiri,” kata Jajang.

Bahkan dalam pembangunan lainnya, imbuh dia, masyarakat rela menyumbangkan hasil pertaniannya. “Ini bukti antusias dan kepedulian warga sangat tinggi. Apabila tanah dikembalikan kepada masyarakat, maka warga akan mengelola lahan secara optimal. Tentu hasilnya pun buat pembangunan daerah ini,” katanya.

Berita Terkini