Terlalu, Tembok Masjid di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi Dijadikan Aksi Corat Coret

[object Object]
Kamis 06 Jul 2017, 13:44 WIB
Terlalu, Tembok Masjid di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi Dijadikan Aksi Corat Coret

SUKABUMIUPDATE.com – Warga Kampung Cinyocok RT 3/8 Desa Pamuruyan Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi, dikejutkan coretan dinding tembok Masjid Jami Albarokah bertuliskan salah satu sekolah swasta di Kota Sukabumi.

Melihat aksi corat coret tersebut, warga sekitar masjid pun marah karena tembok yang sebelumnya berwarna dasar kuning itu, kini ada hurup bertulisan 7-DER -STM KA-Che EX All Base 47 warna merah.

BACA JUGA: Tugu Batas Kota Kabupaten Sukabumi jadi Korban Vandalisme Pelajar

"Kami merasa prihatin adanya tulisan curat coret di tembok masjid di lingkungan kami.

Namun, kami sama sekali tidak menuduh kepada nama anak-anak sekolah yang tertera di tulisan tembok itu," ujar Kepala Dusun Cinyocok, Agus Setiawan dengan nada geram kepada sukabumiupdate.com, Kamis (6/7).

BACA JUGA: Prihatin Vandalisme, PAB BOSS Cat Ulang Fasum Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi

Agus menambahkan, tembok masjid tersebut baru di cat seminggu sebelum Lebaran 1438 H. "Eh, Rabu-Kamis tembok tersebut ada tulisan lagi. Dulu pernah ada dengan tulisan yang sama, namun tulisannya memakai cat hitam, sekarang tulisannya berwarna merah. Mudah-mudahan tidak terulang lagi. Ini kan masjid, ya kalau di tempat lain sih kami juga gak apa-apa, hak dia kok," bebernya.

BACA JUGA: Aksi Vandalisme Ancam Kota Sukabumi

Sementara, Abdul Muhi, perwakilan ikatan keluarga besar alumni Kartika Candra Sukabumi angkatan 2000 mengaku siap bertanggung jawab untuk membersihkan tembok masjid tersebut meski belum tentu pelakunya merupakan dari sekolahnya.

BACA JUGA: Pelaku Vandalisme Rambu Lalin di Kota Sukabumi Diduga Oknum Pelajar Galau

"Kejadian ini terjadi meskipun pelakunya belum tentu siswa STM (Sekolah Teknik Menengah) Kartika Candra, tapi kami selaku alumni STM Kartika Candra, mewakili, mau bertanggung jawab untuk membersihkan kembali," tandas pria yang akrab dengan sapaan Amet didampingi Tono alias Onot dari angkatan 2007, dan Deden dari angkatan 1999 kepada sukabumiupdate.com di lokasi Masjid Albarokah Cinyocok dalam kesempatan sama.

kedepanya kata Amet, bilamana ketemu pelakunya akan diberikan pengertiannya agar tak melakukan hal serupa di kemudian hari.

Berita Terkini