Tak Takut Penyakit, Bocah Cikaler Kabupaten Sukabumi Jadikan Sungai Tempat Bermain

[object Object]
Rabu 05 Jul 2017, 17:30 WIB
Tak Takut Penyakit, Bocah Cikaler Kabupaten Sukabumi Jadikan Sungai Tempat Bermain

SUKABUMIUPDATE.com - Kehilangan tempat bermain, tak membuat anak-anak di Kampung Cikaler, Desa Bantaragung, Kecamaan Jampang Tengah berdiam diri di rumah. Mereka memilih bermain di sungai Cikaler, tanpa memperhatikan risiko besar hanyut terbawa arus dan penyakit akibat mulai tercemarnya air sungai.

Saat sukabumiupdate.com melintasi perbatasan Desa Cikelar, Kecamatan Jampang Tengah dengan Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, Rabu (5/7), reporter sukabumiupdate.com Rojak Daud terpesona melihat empat bocah asyik bermain di tepian sungai, ketika air sungai itu terlihat surut.

BACA JUGA: Demi Bertahan Hidup, Warga Kampung Cijawa Kabupaten Sukabumi Ini Jadi Pemulung

Namun, menurut sejumlah warga, apabila curah hujan tinggi, air sungai bisa setinggi orang dewasa disertai arus deras. Keempat bocah itu asyik menangkap ikan kecil yang terjebak diantara kubangan. Sebenarnya, bermain di sungai, bukan tontonan baru. Jauh sebelumnya, bermain di sungai sangat digemari anak-anak bahkan remaja.

BACA JUGA: Habis Libur Panjang Pemulung Ketiban Rezeki di Pantai Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi

Bocah-bocah itu tidak peduli akan bahaya baik kesehatan dan lainnya. Apalagi, tidak terlihat mereka diawasi orang dewasa atau orang tua masing-masing.

Sulaeman (38) warga setempat mengatakan, anak-anak sudah terbiasa bermain di tempat (sungai) itu. "Tapi saat musim kemarau. Kalau musim hujan tidak diperkenankan orang tuanya," ungkap Sulaeman.

BACA JUGA: Masuki Musim Kemarau Anco Beraksi di Sungai Cikaso Kabupaten Sukabumi

Sulaeman tidak menampik, saat ini sungai bukan tempat bermain yang aman dan sehat. Apalagi sungai Cikaler ini, kata dia, sudah mulai tercemar baik sampah rumah tangga maupun limbah industri. “Hal itu akan berpengaruh terhadap kesehatan mereka. Tapi sudah jadi hal yang lazim buat mereka. Bahkan orang tua di sekitar sungai ini, menggunakan sungai untuk mencuci, bahkan mandi,” katanya.

Berita Terkini