Soal Penolakan Transportasi Berbasis Online, Dishub Kota Sukabumi: Angkot Harus berbenah

[object Object]
Rabu 05 Jul 2017, 11:16 WIB
Soal Penolakan Transportasi Berbasis Online, Dishub Kota Sukabumi: Angkot Harus berbenah

SUKABUMIUPDATE.com - Terkait aksi penolakan angkutan berbasis online oleh pengurus angkutan kota (Angkot) dari berbagai jurusan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Sukabumi Rabu (5/7) siang, Dinas Perhubungan (Dishub) menilai harus ada pembenahan pelayanan angkutan umum.

“Kami tidak menyangka akan ada aksi ke Balai Kota Sukabumi. Pasalnya, Organda sepakat menyampaikan aspirasi para pengurus dan sopir angkot di Dishub, terkait kehadiran transportasi berbasis aplikasi online. Dan saat pengurus serta sopir angkot melakukan aksi ke Balai Kota, kami masih rapat dengan pengurus Organda,” kata Kepala Dishub Kota Sukabumi, Abdulrachman kepada sukabumiupdate.com Rabu (5/7) sore.

BACA JUGA: Ini Aplikasi Online yang Ditolak Sopir Angkot Kota Sukabumi

Menurut Abdulrachman, angkutan berbasis aplikasi online adalah keniscayaan yang harus dihadapi. "Ini bukan persoalan di Kota Sukabumi saja. Daerah lain juga menghadapi hal yang sama. Untuk menyikapinya, kita harus berbenah termasuk dalam pelayanan angkutan umum, sehingga angkot tidak kalah bersaing dengan online," jelasnya.

Ia menambahkan, yang terjadi sekarang adalah, masyarakat lebih memilih transportasi berbasis aplikasi online, karena tingkat pelayanan lebih baik. Masyarakat menilai, jika angkot tidak berubah atau memperbaiki palayanan akan tergerus oleh persaingan.

BACA JUGA: Usai Halal Bi Halal, Pemkot Kota Sukabumi Diontrog Sopir Angkot

"Dan hasil diskusi dengan organda, pertama akan membuat peraturan online atau mereduksi peraturan dari daerah lain, atau meningkatkan pelayanan angkot, seperti angkutan ber AC (air conditioner), free wifi, free televisi, full musik, dan lainnya" ungkapnya.

Kemudian tambah dia, nanti Dishub akanmembuat proposal dan megajukan pada pengusaha yang mau membantu angkot. "Harapan kita, para pemilik angkot ini memiliki biaya sendiri untuk memperbaiki pelayanan. Kalau tidak, kita akan gandeng pengusaha untuk kolaborasi dengan pengusaha angkot," pungkasnya.

Berita Terkini